alexametrics

Bank UOB Targetkan Jumlah Nasabah Baru Tumbuh 32% Tahun Ini

loading...
Bank UOB Targetkan Jumlah Nasabah Baru Tumbuh 32% Tahun Ini
Bank UOB menargetkan jumlah nasabah dapat bertumbuh hingga 32% pada tahun ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank UOB Indonesia menargetkan dapat menggenjot jumlah nasabah baru pada tahun 2019 sebesar 32% seiring dengan peluncuran layanan Wealth Banking baru. Adapun hingga saat ini, jumlah nasabah perseroan telah mencapai 500.000 nasabah.

Deposit, Investment and Insurance Sales and Distribution Head UOB Indonesia Victor Teja mengatakan, layanan Wealth Banking ditujukan bagi nasabah kelas menengah ke atas yang memiliki jumlah saldo mulai dari Rp100 juta sampai dengan Rp1 miliar di UOB.

Di tahun 2018, terdapat sekitar 60 juta orang atau sebesar 23% dari jumlah penduduk Indonesia termasuk dalam kategori masyarakat menengah ke atas. Sementara saat ini, potensi untuk orang yang masuk pada segmen mass affluent di Indonesia sekitar 20 juta orang.



Dari jumlah tersebut, kata Victor, perseroan berharap sekitar 3% dapat menjadi nasabah mass affluent Bank UOB. Sedangkan untuk nasabah exsisting, diharapkan sekitar 250.000 nasabah exsisting perseroan dapat menjadi nasabah kelas menengah atas.

"Ini layanan bank baru untuk kelas menengah atas. Dari 500.000 nasabah saat ini, kita harapkan separuhnya bisa menjadi nasabah mass affluent kita," ujar Victor saat konferensi pers peluncuran UOB Wealth Banking di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Layanan Wealth Banking baru ini, memberikan nasabah solusi pengelolaan portofolio keuangan yang lengkap, serta layanan nasihat keuangan berdasarkan kepada pendekatan Smart Risk. Pendekatan ini memberikan nasihat investasi dengan mengedepankan pertimbangan risiko sebelum nasabah mempertimbangkan potensi imbal hasil investasi.

Head of Personal Financial Services and Digital Bank UOB Indonesia Khoo Chock Seang menambahkan, dengan menempatkan pemahaman risiko sebagai pusat nasihat keuangan, UOB membantu nasabah dalam mengidentifikasi tingkat toleransi risiko yang berbeda bagi setiap individu.

"Dari pemahaman tersebut, kami kemudian dapat membahas risk appetite nasabah sehubungan dengan produk-produk investasi yang ditawarkan, serta meninjau portofolio investasi mereka," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak