alexametrics

Harga Minyak Melambung Karena Pasokan OPEC Berkurang

loading...
Harga Minyak Melambung Karena Pasokan OPEC Berkurang
Harga minyak menguat karena OPEC terus memotong produksi. Foto/Istimewa
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah menguat pada Jumat (29/3/2019), didorong oleh pengurangan pasokan yang terus dilakukan OPEC. Selain itu, sanksi Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Iran dan Venezuela, semakin memperketat pasar minyak mentah. Kondisi ini membuat harga membukukan kenaikan kuartal I terbesar sejak 2009.

Melansir dari Reuters, harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate naik 26 sen atau 0,4% menjadi USD59,56 per barel pada pukul 02:11 GMT. Harga minyak mentah Brent International naik 30 sen alias 0,4% ke level USD68,12 per barel.

Harga WTI tercatat telah naik selama empat minggu berturut-turut. Dan sepanjang kuartal I-2019, WTI telah meningkat 31%. Adapun Brent telah naik 1,7% selama minggu ini, dan secara kuartal I-2019 telah meningkat 27%.



Kenaikan harga minyak terus mendapat dukungan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia. Kelompok yang disebut OPEC+ ini telah berjanji untuk memangkas pasokan 1,2 juta barel per hari sepanjang 2019 demi menopang harga.

Kenaikan harga juga disebabkan oleh sanksi AS terhadap eksportir minyak yang juga anggota OPEC, Iran dan Venezuela. "Pemotongan produksi dari OPEC+ dan sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela menjadi penyebab utama harga minyak naik drastis sejak penurunan harga hingga 38% di kuartal terakhir tahun lalu," analisa Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

"Pemotongan produksi dari kelompok produsen OPEC + telah menjadi alasan utama untuk pemulihan dramatis sejak penurunan harga 38 persen terlihat selama kuartal terakhir tahun lalu," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Hanya saja, Hansen mengingatkan, terdapat risiko perlambatan ekonomi yang bisa berdampak ke pasar minyak. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global mulai terasa di pasar saham, yang tengah bergejolak di tahun ini.

Sementara itu, Bank of America Merrill Lynch, mencatat bahwa kepercayaan bisnis di beberapa negara mulai melemah belakangan ini. Kondisi ini bisa berdampak terhadap pasar minyak. Dan tahun 2020, Merrill Lynch memperingatkan soal ancaman resesi ekonomi.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak