alexametrics

Ditargetkan Beroperasi September, Pembangunan PLTU Lontar Unit 4 Sudah 88%

loading...
Ditargetkan Beroperasi September, Pembangunan PLTU Lontar Unit 4 Sudah 88%
(Kiri-kanan) EVP Konstruksi JBB PLN Henrison A Lumbanraja, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS, GM PLN UIPJBB Ratnasari Sjamsuddin dan VP PR PLN Dwi Suryo Abdullah meninjau proyek PLTU Lontar Extension Unit 4 1x315 MW di Desa Lonta
A+ A-
TANGERANG - PT PLN (Persero) tengah mengerjakan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Lontar Ekstensi Unit 4 berkapasitas 315 megawatt (MW) dengan nilai investasi Rp6 triliun. Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan bagian dari program 35.000 megawatt (MW) tersebut telah mencapai 88%.

"PLTU Lontar Unit 4 1 x 315 MW ini akan memperkuat keandalan sistem Jawa-Bali khususnya DKI Jakarta. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan energi listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan suplai listrik DKI Jakarta dan Banten," ujar Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto WS di Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019).

Menurut dia PLTU Lontar Unit 4 tersebut dibangun oleh konsorsium di antaranya Sumitomo Corporation, Black & Veatch dan Satyamitra Surya Perkasa di lahan seluas 11 ha. Kontrak pembangunan proyek berlaku efektif sejak 1 April 2016 dibawahi oleh PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) dengan pelaksanaan pengawasannya oleh PLN Unit Pelaksana Proyek Pembangkit Jawa Bagian Barat (UPP JBB). Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada September 2019.



Haryanto mengatakan, pembangunan proyek PLTU Lontar Unit 4 ini merupakan kelanjutan dari PLTU Lontar Unit 1, 2 dan 3. Untuk PLTU Unit 1, 2 dan 3 telah beroperasi sebelumnya dengan kapasitas masing-masing sebesar 315 MW. Sehingga nantinya, total kapasitas seluruhnya yang dapat disuplai oleh PLTU Lontar Unit 1-4 menjadi 1.260 MW.

Menurut dia, proyek PLTU Lontar Unit 4 mampu menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 2.000 pekerja. Sementara tenaga kerja asing yang bekerja di proyek tersebut hanya 2% atau 41 pekerja. "Artinya sebagian besar tenaga kerja untuk proyek PLTU Lontar Unit 4 adalah tenaga kerja lokal," tegasnya.

Terkait kebutuhan batu bara, Haryanto mengatakan, secara keseluruhan PLTU Lontar akan membutuhkan 1,5 juta ton batu bara per tahun. PLTU tersebut beropersi dengan menggunakan batu bara berkalori rendah (low rank coal).

Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN UIP JBB Ratnasari Sjamsuddin menambahkan PLTU Lontar Unit 4 disalurkan melalui sistem jaringan transmisi dan gardu induk (GI) PLN di Tangerang Baru dan GI di Cikupa. Evakuasi daya yang dihasilkan oleh PLTU Lontar Unit 4 tersebut akan disalurkan melalui GIS 150 kilovolt (kV) jalur Tangerang Baru (ekstension line) dan jalur Cikupa. "Selanjutnya dari jaringan 150 kV kearah Tangerang baru dan juga menuju IBT 150 kV-500 kV ke arah Cikupa," paparnya.

Dia menandaskan, PLTU tersebut juga merupakan pilot project program percepatan 35.000 MW dengan menggunakan bahan bakar batu bara dengan tingkat efisiensi tinggi karena menggunakan teknologi supercritical untuk boiler-nya. Selain efisien, PLTU ini juga diklaim lebih ramah lingkungan.

Ketua Konsorsium PLTU Lontar Unit 4 Eko Permanahadi mengatakan bahwa banyak tantangan yang dihadapi untuk menyelesaikan proyek pembangkit tersebut. Namun dia optimistis mampu menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal. Bahkan, Eko berjanji akan berusaha bersama konsorsium untuk terus melakukan percepatan supaya lekas selesai.

"Apapun akan kita lakukan supaya dapat beroperasi sesuai jadwal. Salah satunya mempecepat konstruksi baja supaya lekas selesai," ujarnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak