alexametrics

Pembiayaan Meningkat, RUPST Adira Finance Bayar Dividen Rp908 M

loading...
Pembiayaan Meningkat, RUPST Adira Finance Bayar Dividen Rp908 M
Pembiayaan Meningkat, RUPST Adira Finance Bayar Dividen Rp908 M/Andryanto Wisnuwidodo/SINDONEWS
A+ A-
JAKARTA - Perusahaan Multifinance Adira Finance mencatat peningkatan pembiayaan baru signifikan tahun buku 2018 senilai Rp38,2 triliun. Jumlah ini meningkat 13 persen dibandingkan pembiayaan tahun buku 2017. Peningkatan pembiayaan ini menjadi modal besar bagi Adira Finance dalam persaingan di tahun 2019.

’’Pembiayaan kami di tahun buku 2018 meningkat dua digit. Pembiayaan mencapai Rp38,2 triliun dan pertumbuhan aset kelola mencapai Rp51,3 trilun atau tumbuh 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini meningkat sebagai momentum 2017 kita tumbuh bagus lanjut 2018 masih bagus,’’kata Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli seusai Rapat Umum Pemegang Saham Terbatas (RUPST) di Jakarta, Jumat (29/3).

Hafid menjelaskan, peningkatan pembiayaan tersebut didorong faktor pertumbuhan di sektor automotif. Menurut Hafid, pertumbuhan pembiayaan automotif bertumbuh signifikan setiap tahun. ’’Pembiayaan automotif setiap tahun terus bertumbuh. Pembiayaan baru untuk motor bertumbuh delapan persen dan mobil sebesar tujuh persen,’’kata Hafid.



Direktur Keuangan Adira Finance I Made Dewa Susila menjelaskan automotif menyumbangkan kontribusi utama pembiayaan. Dari peningkatan pembiayaan baru sebesar Rp38,2 Triliun, sebanyak 54 persen dari motor dan 44 persen mobil dan selebihnya dari elektronik.

Dalam kesempatan tersebut, Hafid memaparkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) yang menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp908 miliar atau Rp908 per lembar saham. Jumlah dividen yang dibagikan ini setara dengan 50% perolehan laba bersih perusahaan pembiayaan terbesar di Tanah Air itu sepanjang tahun bulu 2018 yang mencapai Rp1,82 Triliun. ’’Perseroan akan membagikan dividen tunai tersebut pada 30 April 2019,’’kata Hafid.

RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perusahaan tahun buku 2018, pengesahan Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun buku 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan (firma anggota dari jaringan global PwC), dengan opini audit Wajar Tanpa Modifikasian, dan mengesahkan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun buku 2018.

RUPST juga memutuskan untuk menyisihkan Rp18,2 miliar atau 1% dari laba bersih dan menambah cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas. Terakhir, Perusahaan melaporkan penggunaan dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap III Tahun 2018 senilai Rp 2,26 triliun, Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap IV Tahun 2019 senilai Rp 618 miliar, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance Tahap III Tahun 2019 sebesar Rp 214 miliar. Setelah biaya penerbitan, dana hasil dari penerbitan obligasi ini digunakan untuk mendanai pembiayaan baru.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan bahwa selama 2018 Adira Finance menerbitkan obligasi baru senilai hampir Rp3 tiliun. Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi dan Sukuk setelah dikurangi biaya digunakan untuk mendukung ekspansi pembiayaan.

Made menyebutkan sumber pendanaan Adira selama ini berasal dari sektor pinjaman perusahaan induk, yakni Bank Danamon, pinjaman perbankan di dalam negeri dan lembaga keuangan di luar negeri dan hasil penerbitan obligasi di dalam dan luar negeri. ’’Tahun ini aktivasi funding bertumbuh. Setiap tahun Adira Finance melakukan pinjaman luar negeri. Semua aktivitas funding ini untuk pembiayaan baru,’’kata Made.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak