alexametrics

Jaga Stabilitas Harga Bawang Putih, Kementan Gelar Operasi Pasar

loading...
Jaga Stabilitas Harga Bawang Putih, Kementan Gelar Operasi Pasar
Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar bawang putih demi stabilisasi harga. Foto/Dok.Kementerian Pertanian
A+ A-
JAKARTA - Harga bawang putih impor di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) mulai merangkak naik beberapa pekan terakhir, termasuk di tingkat retail dan pasar tradisional. Sementara bawang putih kating harganya jauh lebih tinggi.

Sebagai komoditas yang diawasi oleh pemerintah, kenaikan harga ini mendorong Kementerian Pertanian bergerak cepat untuk segera menstabilkan harga. Terhitung mulai Jumat (29/3), bersama dengan CV Sinar Padang Sejahtera (SPS) menggelar operasi pasar dengan menggelontorkan sekitar 8 ton bawang putih.

Dalam operasi pasar ini, bawang putih dijual seharga Rp19.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan di PIKJ yaitu berkisar Rp20.000-Rp23.000 per kilogram.



Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura, Yasid Taufik, yang hadir saat operasi pasar menyebutkan hal ini bentuk kepedulian pemerintah menyediakan bahan pokok terjangkau.

"Kementan bergerak cepat dan berupaya menstabilkan harga di pasar. Hari ini kita gelontorin 8 ton, besok-besok malah bisa nambah. Stok di perusahaan ini masih mencukupi untuk kebutuhan Jabodetabek," ujarnya, Sabtu (30/3/2019).

Menurut Yasid, pasokan bawang putih juga diyakininya akan semakin banyak seiring dengan masuknya bawang putih ke dalam negeri. Pemerintah ingin agar konsumen dapat menikmati harga yang lebih murah.

Saat ditanya sampai kapan operasi pasar ini berlangsung, Yasid menjawab, "Kami jalin kerjasama dengan beberapa importir bawang putih untuk terus melakukan operasi pasar. Sampai kapan? Ya, sampai harga stabil. Kami yakin harga akan kembali normal dalam waktu dekat."

Lebih lanjut Yasid mengatakan, produksi bawang putih lokal saat ini semakin banyak seiring panen di beberapa sentra. "Jumlah bawang putih lokal juga banyak, namun perlu dicatat, seluruh hasil panen diproses menjadi benih untuk ditanam lagi pada musim berikutnya. Tunggu saja saatnya nanti, bawang putih lokal akan memenuhi pasar-pasar nasional".

Operasi pasar oleh Kementerian Pertanian bekerjasama dengan beberapa importir bawang putih akan terus berlanjut di beberapa lokasi lainnya. Selain di Jakarta, operasi pasar bawang putih juga dilakukan di Surabaya. Kementan menjamin harga akan kembali normal dalam waktu dekat.

Dalam waktu kurang dari dua jam bawang, putih habis terjual kepada para pedagang se Jabodetabek. Penjualan ini ditujukan untuk kalangan pedagang dengan pembatasan pembelian maksimal 5 karung. Masing-masing karung berisi 20 kilogram bawang putih.

Suwarni, pedagang Pasar Minggu merasa senang dengan adanya operasi pasar ini karena dapat membeli bawang putih dengan harga lebih murah.

"Senang dengan diadakannya operasi pasar seperti sekarang ini agar harga bawang putih di pasar tetap stabil. Harapannya harga bawang putih terus murah dan kualitasnya bagus agar terjangkau masyarakat," katanya.

Pendapat lain diungkapkan Triasih, pedagang pasar induk tempat dilangsungkannya operasi pasar. "Operasi pasar seperti ini dapat menekan harga pasar, agar tidak ada perbedaan harga yang jauh di pasaran dan harga di tengkulak. Jadi dapat menguntungkan bagi para pihak, baik pedagang kecil, besar dan masyarakat".

Dihubungi terpisah, Direktur CV. Sinar Padang Sejahtera, Ferry Susanto Mulyono, mengungkapkan persediaan bawang putih di gudang miliknya masih mencukupi untuk dilakukan operasi pasar setiap hari. Perusahaanya berkomitmen untuk mendukung pemerintah hingga harga kembali normal.

"Kami siap membantu pemerintah kapan saja dibutuhkan. Barang siap, stok cukup dan harga jauh di bawah harga pasar," katanya seraya menambahkan, dengan harga Rp19.000 per kilogram, perusahaannya masih mendapatkan untung. "Harga ini masih feasible dan kami masih dapat untung".
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak