alexametrics

Permintaan Avtur Bandara El Tari Kupang Turun hingga 30%

loading...
Permintaan Avtur Bandara El Tari Kupang Turun hingga 30%
Konsumsi avtur di Bandara El Tari, Kupang, turun 30% menjadi 70 kl per hari. Foto/Ilustrasi
A+ A-
KUPANG - PT Pertamina (Persero) menyatakan permintaan avtur di Bandara El Tari Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan sejak tahun lalu. Konsumsi rata-rata normal atau Daily Objective Throughput (DOT) di Bandara El Tari Kupang turun hingga 30% yakni dari 100 kiloliter (kl) per hari menjadi 70 kl per hari.

"Penurunan permintaan terjadi karena aktivitas penerbangan berkurang. Biasanya terjadi karena cancel operation dari maskapai," jelas Unit Manager Communication & CSR MOR V Pertamina Rustam Aji saat ditemui di DPPU El Tari Kupang, Kupang, NTT, Minggu (31/3/2019).

Menurut dia, penurunan permintaan avtur tidak mengganggu ketahanan stok di bandara El Tari Kupang. Adapun ketahanan stok avtur di bandara El Tari Kupang mencapai 9 hari. "Untuk ketahanan stok avtur aman. Rata-rata ketahanan stok 9 hari di bandara El Tari Kupang," ujar dia.



Pada kesempatan yang sama, Operation Head DPPU El Tari Kupang Kasiman menambahkan, Pertamina melayani seluruh konsumen maskapai penerbangan di Bandara El Tari Kupang. Pertamina melayani Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, Nam Air, Susi Air, Trans Nusa, Kalstar, TNI dan POLRI.

"Konsumsi rata-rata di Bandara El Tari Kupang sampai saat ini masih stabil sejak terjadi penurunan permintaan. Permintaan penurunan avtur terjadi sejak lebaran tahun lalu," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa DPPU El Tari Group membawahi seluruh DPPU di NTT. Adapun untuk NTT terdiri dari 5 DPPU di antaranya DPPU El Tari Kupang, DPPU Maumere, DPPU Ende, DPPU Labuan Bajo, DPPU Tambolaka dan DPPU Waingapu. "Untuk konsumsi rata-rata avtur seluruh DPPU di NTT stabil. Justru penurunan konsumsi terjadi saat libur Lebaran," kata dia.

Berdasarkan data DPPU El Tari Kupang, tren konsumsi avtur Bandara El Tari Kupang mengalami kenaikan sejak lima tahun lalu. Rinciannya sebesar pada 2014 konsumsi avtur sebesar 15,8 juta kl, 2015 sebesar 21,2 juta kl, 2016 sebesar 26,6 juta kl, 2017 sebesar 32,8 juta kl, 2018 sebesar 33,9 juta kl.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak