alexametrics

Menggeliat, Merauke Kembali Ekspor Beras Ke Mancanegara

loading...
Menggeliat, Merauke Kembali Ekspor Beras Ke Mancanegara
Pemkab Merauke melepa ekspor beras dan sejumlah komditas lainnya ke mancanegara. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke bersinergi meningkatkan ekspor nonmigas, terutama berbagai komoditas pertanian yang potensial. Sebanyak 12 ton beras yang berasal dari kota di ujung timur nusantara tersebut dilepas menuju Papua Nugini.

Selain itu, ada juga ekspor plywood sebesar 6.126 m3 untuk tujuan Oman dan Uni Emirat Arab (UEA.) Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanan (Barantan) Sriyanto, yang mewakili Kepala Barantan menyampaikan bahwa Merauke adalah salah satu lumbung padi di Tanah Cendrawasih.

"Diawali saat Mentan ekspor perdana beras ke Papua Nugini pada 2017, produksi padi di Merauke terus meningkat," kata Sriyanto dalam keterangan resminya, Mingu (31/3/2019).



Dia menegaskan bahwa tanah yang sangat subur di Merauke harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencari nilai tambah bagi petani. Menurut Sriyanto, dari data yang tercatat di Barantan, bahwa Merauke selain padi, juga memiliki produk unggulan ekspor di antaranya gambir, kopra dan gaharu.

Potensi tersebut pada 2018 tercatat sebesar 2.646,15 ton atau senilai Rp66 miliar untuk komoditas gambir. Sementara itu untuk kopra, dalam triwulan I/2019, tercatat sebanyak 89 ton dengan nilai Rp3,1 miliar. Sedangkan ekspor gaharu pada triwulan pertama juga tercatat sebanyak 6,9 ton dengan nilai sebesar Rp2 miliar.

Secara keseluruhan, Provinsi Papua sendiri punya banyak potensi komoditas pertanian yang dapat optimalkan. Menurut data Kementan, pada tahun 2018 Provinsi Papua telah melakukan ekspor komoditas pertanian dengan nilai USD8,2 juta atau sekitar Rp.114,81 miliar yang terdiri dari komoditas unggulannya di antaranya kelapa sawit, gandum, biji moster, susu, kacang mede, lemak, pakan hewan, gula tebu, kakao dan kedelai. Bahkan, komoditas tomat, cabai, jagung dan umbi kayu dari provinsi ini juga telah diekspor hingga mancanegara.

Sriyanto menegaskan bahwa, acara pelepasan ekspor tersebut ditujukan agar masyarakat dan instansi terkait mengetahui potensi yang ada di daerahnya dan diharapkan bisa saling bahu menbahu mengangkat potensi tersebut. Barantan lewat program Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Generasi Millenial Bangsa) menurutnya juga membantu para calon eksportir agar dapat menyiapkan komoditasnya sesuai persyaratan SPS (sanitary dan phytosanitary) dari negara tujuan.
"Para calon eksportir dapat mengikuti berbagai pelatihan menyiapkan komoditas yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan," jelasnya.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke Muhammad Musdar menambahkan, pelatihan Agro Gemilang akan dilakukan oleh Karantina Merauke secara bertahap, dengan tujuan agar dapat mencetak para eksportir baru. Menurutnya pelatihan yang dilakukan bersifat terbuka dan tidak dipungut biaya. Bahkan ia juga menjelaskan jika ada calon eksportir yang membutuhkan bimbingan khusus dapat juga melakukannya secara mandiri ke petugas atau Kantor Karantina Merauke.

"Sesuai arahan menteri, kita siap memberikan informasi dan bimbingan agar komoditas daerah ini bisa memberi manfaat dan nilai tambah untuk kita semua," imbuh Musdar.

Wakil Bupati Kabupaten Merauke Sularso yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Kabupaten Merauke punya banyak potensi dibidang nonmigas, terutama komoditas pertanian. Sularso menyambut baik upaya Kementan serta berbagai instansi yang bersinergi mendorong tumbuhnya sektor ekonomi di bidang pertanian lewat akselerasi ekspor.

Dalam sambutannya ia juga menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk juga turut bersinergi untuk mewujudkan hal tersebut. "Sudah saatnya Merauke yang subur makmur tersebut benar-benar kita optimalkan untuk kesejahteraan bersama," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak