alexametrics

Direbut dari Chevron, Produksi Blok Rokan Menurun

loading...
Direbut dari Chevron, Produksi Blok Rokan Menurun
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengakui bahwa tren produksi minyak blok Rokan menurun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengakui bahwa tren produksi minyak blok Rokan menurun. Meski begitu Ia menyakini potensi produksi minyak yang dimiliki blok Rokan masih sangat besar.

"Jadi kalau Blok Rokan dalam tren yang menurun. Tetapi bukan berarti wilayah Rokan tidak memiliki opportunity yang lain. Meskipun saat ini Rokan hanya bisa memproduksi 1 juta bph," ujar Dwi Soetjipto di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Sambung dia menekankan, bakal terus melakukan komunikasi dengan PT Pertamina. Hal ini agar titik produksi minyak di blok rokan meningkat. "Ini yang Pertamina kita sedang diskusi bahwa ada area-area yang di luar yang dikerjakan itu ada potensi. Nah ini yang kita harapkan," jelasnya.



Sebagai informasi, Blok Rokan yang sebelumnya menjadi andalan, produksi siap jual (lifting) sesuai WP&B hanya mencapai 190.000 bph. Adapun target tersebut turun dibandingkan realisasi tahun 2018 sebesar 209.478 bph.

Hal ini membuat, Pemerintah menetapkan Blok Cepu sebagai andalan penyumbang produksi minyak nasional terbesar mengalahkan Blok Rokan. Produksi Blok Cepu diproyeksikan bisa meningkat 220.000 barel per hari (bph) hingga 2020 mendatang.

Kendati demikian, produksi Blok Rokan harus tetap dipertahankan. Realisasi lifting minyak pada 2018 mencapai 778 million barel oil per day dan lifting gas mencapai 1.139 mboepd.

Blok Rokan sendiri termasuk blok migas yang bernilai strategis. Produksi migas blok rokan menyumbang 26% dari total produksi nasional. Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dimana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yaitu Duri, Minas dan Bekasap.

Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi. Seperti diketahui Pertamina menjadi pengelola Blok Rokan pada 2021 setelah kontrak Chevron berakhir. Iini karena Pertamina melalui proposalnya menjanjikan beberapa hal yang menguntungkan negara.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak