alexametrics

Ingin Berinvestasi di Reksa Dana? Kenali Dulu Profil Investasi Anda

loading...
Ingin Berinvestasi di Reksa Dana? Kenali Dulu Profil Investasi Anda
Sebelum berinvestasi di reksa dana, kenali dulu profil risiko masing-masing. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Berbagai jenis investasi dengan beragam proyeksi keuntungan saat ini sudah banyak tersedia bagi masyarakat. Salah satu investasi legal yang umum dan banyak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah reksa dana.

Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi berdasarkan Pasal 1 angka 27 Undang Undang Penanaman Modal (UUPM).

Namun, untuk berinvestasi di reksa dana, ada hal-hal yang perlu diketahui terlebih dulu oleh calon investor. Selain beberapa hal inti seperti legalitas pengelola, legalitas produk, dan legalitas agen penjual, investor juga perlu mengenali profil risiko investasi dirinya sendiri.



"Untuk legalitas pengelola, kita harus memastikan bahwa manajer investasi telah memiliki izin usaha dari OJK. Untuk legalitas produk, kita harus memastikan bahwa produk reksa dana telah memperoleh pernyataan efektif atau tidak memperoleh surat pencatatan dari OJK. Untuk legalitas agen penjual, pastikan agen penjual efek reksa dana telah terdaftar di OJK," kata Kepala Bagian Kepatuhan Pengelolaan Investasi OJK Indry Puspita Sari dalam Sosialisasi Satgas Waspada Investasi, di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Selain itu, sambung dia, sebelum berinvestasi, calon investor juga harus memahami beberap hal lain seperti prospektus, kebijakan investasi, besaran biaya, dan risiko lainnya. Di luar itu, imbuh dia, investor perlu memahami profil risiko diri.

Indry menjelaskan, profil risiko diri terbagi tiga, yakni konservatif, yaitu pihak yang tidak berani mengambil risiko, tidak dapat menerima fluktuasi nilai investasi, dan mengharapkan keuntungan yang relatif stabil.

Kemudian, menengah, yaitu pihak yang relatif berani mengambil risiko, relatif menerima fluktuasi nilai investasi, dan mengharapkan keuntungan yang relatif moderat.

Terakhir, agresif, yaitu pihak yang berani mengambil risiko, dapat menerima nilai investasi yang berfluktuasi, dan mengharapkan keuntungan yang tinggi.

Mengetahui profil risiko diri, kata Indry, akan membantu calon investor memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan seleranya. "Terdapat konsep high risk-high return, yang berarti semakin tinggi keuntungan, semakin tinggi pula risiko suatu produk reksa dana," tuturnya.

Dengan identifikasi kebutuhan, profil risiko diri, pemilihan jenis reksa dana yang sesuai dan pantauan investasi, berinvestasi reksa dana akan terasa semakin mudah.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak