alexametrics

Percantik Bandara Soetta, Menteri Rini Siapkan Anggaran Rp9 Triliun

loading...
Percantik Bandara Soetta, Menteri Rini Siapkan Anggaran Rp9 Triliun
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, PT Angkasa Pura II (Persero) telah menyiapkan anggaran hingga Rp9 triliun dalam pengembangan Bandar Soetta. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
TANGERANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, PT Angkasa Pura II (Persero) telah menyiapkan anggaran hingga Rp9 triliun dalam pengembangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Hal ini disampaikan saat ground breaking empat pembangunan di kawasan Bandara Soetta sekaligus, yaitu revitalisasi terminal 1, revitalisasi terminal 2, pembangunan flyover, dan pembangunan integrated building dengan luas lahan 33.685 m2.

"Proyek keseluruhan Rp9 triliun untuk Bandara Soetta, kita ingin pembangunan bandara soekarno hatta lebih baik," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di Tangerang, Jumat (5/4/2019).

Sambung dia menerangkan, pengembangan bandara dimulai dengan groundbreaking pembangunan integrated building atau gedung pelayanan angkutan moda terpadu, peningkatan aksesibilitas, revitalisasi sub terminal 1C dan sub terminal 2F.



"Kegiatan groundbreaking atau peresmian fasilitas penunjang Soekarno-Hatta. Saya sangat bangga, terima kasih dukungan dewan komisaris Angkasa Pura (AP) II yang beri dukungan ke direksi sehingga direksi dengan agresif mau investasi sangat besar untuk pengembangan Soekarno-Hatta," paparnya.

Selain itu, pembangunan integrated building dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero), peningkatan aksesibilitas dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, revitalisasi sub terminal 1C dilakukan oleh PT PP (Persero) Tbk, dan revitalisasi sub terminal 2F dilakukan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. "Kita ingin memberikan pelayanan yang lebih baik," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak