alexametrics

Mahalnya Tiket Pesawat, Penggunaan Avtur di Kualanamu Turun 21%

loading...
Mahalnya Tiket Pesawat, Penggunaan Avtur di Kualanamu Turun 21%
Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR I, M Roby Hervindo memberi penjelasan mahalnya tiket pesawat domestik menjadi pemicu penurunan penggunaan avtur di Bandara Kualanamu. Foto/SINDOnews/M Andi Yusri
A+ A-
MEDAN - Mahalnya tiket pesawat penerbangan domestik tidak hanya dikeluhkan masyarakat pengguna transportasi udara, juga PT Pertamina (Persero) Marketing Operasional Regional (MOR) I. Mereka menyatakan mahalnya tiket berdampak terhadap penurunan bahan bakar minyak (BBM) jenis avtur hingga 21,1% di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR I, M Roby Hervindo, menerangkan penurunan konsumsi avtur di Kualanamu pada kuartal I-2019 periode Januari-Maret mencapai 21,1%, dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

"Untuk wilayah kerja Pertamina MOR I Sumatra Utara Bagian (Sumbagut), meliputi Aceh, Sumut, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, total penurunan konsumsi penggunaan avtur kuartal I ini, sebesar 21,4% dibandingkan dengan kuartal I-2018," ujarnya di Medan, Jumat (5/4/2019).



Meski penggunaan jumlah konsumsi avtur digunakan maskapai penerbangan di masing-masing bandara. Namun, Roby enggan memberikan penjelasan secara detail hal tersebut.

"Banyak faktor penurunan konsumsi avtur tersebut, seperti frekuensi penerbangan yang turun membuat penggunaan konsumsi bahan bakar juga ikut turun," kata Roby.

Roby tidak membantah penurunan penggunaan avtur juga dipicu soal harga tiket pesawat domestik yang mahal. Ia juga mempertanyakan meski harga avtur sudah diturunkan sebesar 12%, harga avtur di setiap bandara berbeda-beda.

"Tapi kenapa maskapai jadi mengurangi pembelian mungkin itu ada di maskapai (alasannya) lah ya. Kita sudah turunkan harga avtur, kenapa harga (tiket) juga tidak turun?" tanya Roby.

Ia menampik kenaikan harga tiket pesawat domestik disebabkan harga avtur yang mahal. Bahwa Pertamina sejak November 2018 hingga Februari 2019, sudah menurunkan enam kali dengan total penurunan harga mencapai 12%.

"Tapi kalau dilihat, meskipun sudah menurunkan harga avtur enam kali, ternyata harga tiket pesawat tetap bertengger di atas. Mungkin ini membuktikan bahwa avtur bukan satu-satunya komponen penyebab tingginya harga tiket, ada komponen-komponen lainnya," jelas Roby.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak