alexametrics

Empat KA Tambahan Perkuat Armada Lebaran KAI Daop 2 Bandung

loading...
Empat KA Tambahan Perkuat Armada Lebaran KAI Daop 2 Bandung
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung menambah empat kereta api (KA) atau sekitar 2.600 kursi per hari pada angkutan Lebaran 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung menambah empat kereta api (KA) atau sekitar 2.600 kursi per hari pada angkutan Lebaran 2019. Penambahan tersebut mempertimbangkan tingginya animo masyarakat menggunakan kereta api.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung Joni Martinus mengatakan, mulai 6 April 2019 lalu, Daop 2 mulai menjual tiket untuk KA Tambahan Lebaran 2019. Total ada 4 KA Tambahan Lebaran keberangkatan Daop 2 dengan rincisn dua KA komersial dan dua KA ekonomi.

Keempat kereta itu adalah KA Lodaya Pagi dan Lodaya Malam Lebaran, ditambah serta KA Pasundan Lebaran dan KA Kutojaya Lebaran. Dengan begitu secara total, tempat duduk yang disediakan pada KA Tambahan Lebaran tersebut adalah sekitar 2.600/ hari .



“Keempat KA Tambahan Lebaran itu melayani Bandung-Jogja-Solo (Lodaya), KA Pasundan relasi Kiaracondong – Surabaya Pasarturi, dan KA Kutojaya Lebaran relasi Kiaracondong-Kutoarjo,” jelas Joni, Senin (8/4/2019).

Sementara itu, untuk ketersediaan tiket KA reguler, sampai saat ini masih banyak meskipun pada beberapa kereta ada yang sudah habis. Tiket habis terutama untuk KA Pasundan dan KA Kutojaya. Namun masyarakat masih bisa memesannya pada KA Tambahan Lebaran.

Sampai saat ini, keterisian tempat duduk KA reguler masih di bawah 50%. Artinya masih banyak tiket tersedia untuk masyarakat. Menurutnya, eskalasi pemesanan akan terus meningkat ketika memasuki bulan Ramadan dan mendekati Lebaran. Untuk itu Joni menghimbau agar masyarakat benar-benar merencanakan perjalanan dengan kereta api secara matang sehingga dapat segera memesan tiket perjalanan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak