alexametrics

Jokowi Berharap Bandara Tjilik Riwut Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

loading...
Jokowi Berharap Bandara Tjilik Riwut Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Penumpang Bandara Tjilik Riwut di Kalimantan Tengah. Foto/Dok.Setneg
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah meresmikan Terminal Penumpang Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (8/4). Jokowi berharap Bandara Tjilik Riwut bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah.

"Kita harapkan Bandar Udara Tjilik Riwut ini bisa menjadi sebuah motor perubahan ekonomi di Kalimantan Tengah dan itu terlihat dari jumlah penumpang yang meningkat tinggi dan pertumbuhan kargo yang juga sangat tinggi," ujar Presiden Jokowi dalam keterangan resmi, Selasa (9/4/2019).

Sekitar pukul 17.00 WITA, Presiden Jokowi menekan tombol sirine sebagai tanda diresmikannya Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Jokowi menjelaskan pembangunan Bandara Tjilik Riwut ini telah dikerjakan selama 4,5 tahun dan telah menggelontorkan Rp700 miliar dana APBN.



"Pembangunan Bandar Udara Tjilik Riwut telah dikerjakan 4,5 tahun dan kurang lebih menghabiskan Rp700 miliar yang semuanya dianggarkan di APBN kita. Baik itu pembangunam terminal, taxi way maupun perpanjangan runway yang sebelumnya kurang lebih 5.000 meter persegi menjadi 29.000 meter persegi, artinya 6 kali lipat sekarang ini. Besar sekali," katanya.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan pembangunan ini sebagai sebuah antisipasi pertumbuhan penumpang dan kargo. Kalimatan Tengah mempunyai potensi penumpang yang meningkat sangat pesat. "Yang jelas ini adalah sebuah persiapan mengantisipasi pertumbuhan penumpang dan kargo di Kalteng yang peningkatannya sangat tinggi," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan mendorong PT Angkasa Pura II sebagai pengelola dan pemerintah daerah untuk menjalin kerjasama agar mempromosikan wisata daerah Kalimantan Tengah.

"Ini kan seperti telur dan ayam. Sekarang kita sudah bangun telurnya, tinggal AP II bekerjasama dengan Pemda untuk menciptakan dan mempromosikan wisata apa yang potensial di sini. Dengan hutan yang lebar dan jenis makanan yang banyak, Kalteng punya banyak potensi untuk dikembangkan. Karena destinasi wisata tidak pernah habis," katanya.

Dirinya juga menjelaskan dengan adanya bandara di luar pulau Jawa sebagai tanda bahwa Kementerian Perhubungan sangat intensif dalam membangun konektivitas dengan paradigma Indonesia sentris.

Ia menerangkan saat ini baru ada 32 penerbangan di Bandara Tjilik Riwut karena warga masih memilih ke Banjarmasin. Namun pemerintah yakin jumlah penerbangan akan semakin bertambah seiring meningkatnya jumlah penumpang.

Sebagai informasi, terminal yang baru diresmikan ini memiliki luas 29.124 meter persegi yang dapat menampung hingga 2.200 orang per hari. Sebelumnya, hanya memiliki luas 3.865 meter persegi dan hanya berkapasitas 600 orang. Landasan pacu (runway) berukuran 2.500 m x 45 m, apron 238 m x 110 m serta parking stand dapat menampung 4 pesawat berbadan lebar.

Setelah peresmian ini, ada kemungkinan sejumlah maskapai membuka rute baru seperti Citilink dengan rute Makasar-Palangkaraya PP yang sebelumnya hanya diterbangi oleh Wings Air. Maskapai yang melayani penumpang di Bandara Tjilik Riwut adalah Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, Wings Air dan Transnusa dengan total 34 pergerakan pesawat.

Bandara Tjilik Riwut ini sebelumnya dikenal dengan nama Pelabuhan Udara Panarung Berdiri, dan diresmikan oleh Residen Kalimantan Tengah yaitu Tjilik Riwut pada tanggal 1 Mei 1958. Setelah itu, ditanggal 24 September 1973 diserahkan oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan.

Pada November 1988 melalui surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108/TK/1988, Tjilik Riwut ditetapkan sebagai pahlawan nasional sehingga tepat di Hari Pahlawan 10 November 1988, nama Pelabuhan Udara Panarung diubah menjadi Bandar Udara Tjilik Riwut dan ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Azwar Anas, hal tersebut untuk mengabadikan nama Tjilik Riwut.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak