alexametrics

Paslon Capres-Cawapres Diminta Rasional Soal Insentif Pajak

loading...
Paslon Capres-Cawapres Diminta Rasional Soal Insentif Pajak
Paslon capres-cawapres diharapkan tidak berlebihan dalam memberikan janji terkait insentif pajak. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Center of Reform on Economics (CORE) berharap para pasangan calon presiden (paslon capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam pilpres 2019 bersikap rasional mengenai janji insentif pajak. Pasalnya, hal itu dinilai dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

"Bisa terjadi shortfall (kekurangan penerimaan), ketika itu terjadi maka akan ada penyesuaian anggaran. Itu tentu akan memengaruhi belanja pemerintah yang akhirnya dapat berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi nasional ke depan," ujar peneliti CORE Yusuf Rendy Manilet di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Yusuf menambahkan, penurunan pajak harus dilakukan secara hati-hati dengan memperhitungkan dampak jangka pendek. Pemangkasan tarif pajak diakuinya memang dapat merangsang investor menginvestasikan dananya di Indonesia. Namun, itu harus diteliti lebih dalam karena dampaknya tidak akan terasa secara langsung.



"Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi salah satunya harus menggenjot manufaktur, Indonesia sudah memberikan insentif pajak ke sektor itu. Namun, sejauh ini belum terdampak, insentif pajak memang tidak bisa berdiri sendiri," katanya.

Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal mengatakan, dalam rangka menarik investor pemerintah juga harus memastikan kemudahan berbisnis, terutama di luar Jawa. "Sistem yang ramah akan mendorong investasi masuk, selama ini investor masih enggan untuk ke luar Jawa," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak