alexametrics

Debat Capres Dinilai Tak Fokus Beri Solusi Masalah Perekonomian

loading...
Debat Capres Dinilai Tak Fokus Beri Solusi Masalah Perekonomian
Solusi atas permasalahan kompleks perekonomian nasional menurut ekonom seharusnya mampu diberikan oleh kedua pasangan capres dan cawapres dalam debat terakhir. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Solusi atas permasalahan kompleks perekonomian nasional menurut ekonom seharusnya mampu diberikan oleh kedua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam debat terakhir yang akan berlangsung 13 April 2019, mendatang. Dalam debat pamungkas bakal diusung tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam menilai para Capres dan Cawapres dinilai tidak fokus dalam mengangkat isu ekonomi. Padahal menurutnya masalah ekonomi di Indonesia sangat banyak dan kompleks yang perlu dicarikan solusi.

"Mereka seperti tidak fokus pada solusi. Satu pihak sibuk dengan kritisi, pihak lainnya sibuk dengan apa yang sudah disampaikan. Mereka tidak menjelaskan sebenarnya permasalahannya apa dan solusinya bagaimana?. Yang kita butuhkan pandangan dari kedua paslon sebenarnya permasalahan kita apa," kata Pieter di Jakarta.



Lebih lanjut Ia menyayangkan, selama ini para pasangan capres hanya mengangkat isu ekonomi yang parsial, dimana artinya isu ekonomi diangkatkan akan sangat kecil. "Isu ekonomi sejauh ini dibahas parsial, bahkan yang diangkat adalah isu sangat kecil sebenarnya. Misalnya isu harga cabai atau bukan permasalah inti yang seharusnya diangkat di level pilpres," sambungnya.

Pieter menegaskan isu yang sangat perlu dibenahi adalah kebijakan fiskal dan industri yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Sebenarnya kita ada masalah di industri, fiskal, kesejahteraan dan ini tidak tergali dalam proses pilpres sekarang serta di empat kali debat. Tidak ada grand strategy untuk mengatasi masalah-masalah utama perekonomian," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak