alexametrics

Apindo: Upah Tinggi Tapi Jam Kerja Indonesia Lebih Rendah dari Vietnam

loading...
Apindo: Upah Tinggi Tapi Jam Kerja Indonesia Lebih Rendah dari Vietnam
Diskusi mengenai roadmap perekonomian Indonesia di Jakarta, Rabu (10/4/2019). Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membuat roadmap perekonomian Indonesia untuk lima tahun ke depan. Roadmad ini meliputi sektor manufaktur, sektor pariwisata, sektor pangan, sektor energi dan UMKM serta sektorial.

Wakil Ketua Umum Apindo Shinta W Khamdani mengatakan peta roadmap itu bisa dijalankan jika kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia lebih tinggi. Sayangnya, kualitas SDM di Indonesia menurut Apindo masih rendah.

Hal itu terlihat dari jam kerja di Indonesia yang lebih rendah dibandinkhan beberapa negara Asia salah satunya Vietnam. Padahal upah atau gaji di Indonesia termasuk tinggi dibandingkan ASEAN.



"Jam kerja Indonesia termasuk paling rendah dibandingkan Bangladesh yang 49 jam, Kamboja 45 jam, China 47 jam atau Vietnam 41 jam. Kita paling rendah. Lalu upah juga termasuk upah yang cukup tinggi, kita belum bicara produktivitas tapi masih upah dan jam kerja, bagaimana agar bisa compete dan faktor tenaga kerja penting," ujar Shinta di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Dia mengatakan, agar ekonomi Indonesia kuat, salah satunya adalah melalui pengembangan industri manufaktur di Indonesia. Pasalnya industri manufaktur memiliki potensi besar. "Dari sisi pembangunan manusia perlu dilakukan adalah membangun ketahanan nasional dari segi daya saing," jelasnya.

Dia berharap berharap para pasangan calon presiden (paslon capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam pilpres 2019 bisa mengimplementasikan roadmap perekonomian untuk lima tahun ke depan.

"Kami mempersiapkan roadmap ini agar dipegunakan yang penting dari segi implementasinya hanya masukan bagaiamana perubahan dilakukan yang penting adalah eksekusinya," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak