alexametrics

BPN Prabowo-Sandi: Ekonomi Tumbuh Stagnan, Kemiskinan Tak Berkurang

loading...
BPN Prabowo-Sandi: Ekonomi Tumbuh Stagnan, Kemiskinan Tak Berkurang
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dalam empat tahun terakhir hanya mampu tumbuh di kisaran 5% menurut BPN Prabowo-Sandi tidak cukup untuk mengurangi kemiskinan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dalam empat tahun terakhir hanya mampu tumbuh di kisaran 5% menurut Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tidak cukup untuk mengurangi kemiskinan di Tanah Air. Kritikan dilayangkan BPN Prabowo-Sandi yang menurutnya ekonomi RI tumbuh meleset dari target.

"Lima persen itu belum memberantas kemiskinan, padahal Pak Jokowi mencanangkan tujuh persen, tapi belum tercapai dan ada beberapa masalah. Kita melihatnya pertumbuhan ekonomi tidak tercapai dengan 5,17% dimana demand itu 4,4%. Apakah itu investornya masuk atau enggak," ujar Ketua Tim Ekonomi BPN Anthony Budiawan di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Sambung dia menerangkan, inflasi yang rendah menunjukkan bahwa sisi permintaan terus menurun sehingga paket kebijakan ekonomi yang disusun Pemerintahan Jokowi-JK belum berdampak fundamental terhadap ekonomi. Menurutnya paket ekonomi yang telah diterbitkan sejak 2015 tidak mampu menjadi stimulus bagi ekonomi nasional.



"Inflasi rendah karena permintaan lebih rendah dibandingkan supplai, paket kebijakan ekonomi belum berdampak positif dan fundamental ekonomi kita masih lemah. Fundamental kita buruk," jelasnya.

Dia pun menegaskan Prabowo-Sandi akan terus berkomitmen dalam meningktkan pertumbuhn ekonomi Indonesia, agar pertumbuhan ekonomi ini bisa dinikmati oleh golongan bawah. "Harus adil dan makmur jadi pertumbuhan ekonomi bisa dinikmati oleh golongan bawah, jangan atas yang menikmati paling besar jadi kemiskinan bisa turun," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak