alexametrics

BRI Pasang Target Pertumbuhan Kartu Kredit Naik 30%

loading...
BRI Pasang Target Pertumbuhan Kartu Kredit Naik 30%
BRI optimistis pada tahun 2019 dapat menerbitkan sekitar 350.000 kartu kredit baru atau tumbuh sekitar 30% seiring dengan peluncuran kartu kredit BRI Agro. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) optimistis pada tahun 2019 dapat menerbitkan sekitar 350.000 kartu kredit baru atau tumbuh sekitar 30% seiring dengan peluncuran kartu kredit BRI Agro bersama dengan anak perusahaannya, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk. Hingga akhir Februari 2019, perseroan telah menerbitkan lebih dari 1,7 juta kartu kredit.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, kartu Kredit BRI Agro menawarkan berbagai promo menarik di merchant pilihan yang telah bekerjasama dengan Bank BRI seperti fasilitas cicilan 0% hingga 24 bulan, free executive lounge dengan redeem BRI Point, fitur autopayment untuk pembayaran tagihan, hingga free annual fee pada tahun pertama.

"Nasabah dapat memperoleh kartu kredit ini dengan mengajukan di seluruh jaringan kantor BRI Agro yang berjumlah lebih dari 40 Kantor," kata Handayani saat peluncuran kartu kredit BRI Agro di Jakarta, Rabu (10/4).



Sambung dia menerangkan, kerjasama BRI Agro dengan Bank BRI memang terus dilakukan, sebelumnya induk dan anak usaha ini meluncurkan produk layanan dan jasa keuangan digital dengan nama PINANG. Selain itu, jaringan e-channel BRI Agro dengan Bank BRI juga telah terintegrasi yang memungkinkan Kartu ATM BRI Agro dapat digunakan di lebih dari 22 ribu ATM BRI.

Kedepannya, BRI akan terus berkolaborasi dengan anak perusahaan untuk menghadirkan one stop integrated financial solution. "Dengan demikian dapat memberikan layanan dan produk keuangan terbaik untuk masyarakat Indonesia," tukas Handayani.

Direktur Utama BRI Agro, Agus Noor Santo menambahkan, kartu Kredit BRI Agro yang diluncurkan bersama dengan Bank BRI merupakan salah satu produk hasil kolaborasi BRI Group khususnya antara Bank BRI dan BRI Agro. "Adanya kartu kredit ini dapat memberikan kemudahan Nasabah BRI Agro dalam bertransaksi dan dengan berbagai promo menarik Kartu Kredit BRI akan meningkatkan loyalitas nasabah terhadap BRI Agro," paparnya.

Ditempat terpisah, BRI beserta perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group juga bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Workshop Go Public Bersama BRI Group dengan tema Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan Perusahaan Melalui IPO Saham. Acara ini diikuti oleh lebih dari 70 debitur BRI Group dan bertujuan untuk mendukung dan mendorong perusahaan di Indonesia untuk lebih maju dan berkembang dengan cara pendanaan baik melalui pendanaan perbankan maupun pasar modal.

Direktur Ritel dan Menengah Bank BRI Supari mmngungkapkan, acara ini merupakan upaya Bank BRI mendukung program BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di lantai bursa. Dengan adanya acara ini, perseroan berharap dapat meningkatkan awareness mengenai manfaat Go Public, khususnya bagi debitur yang belum Go Public.

"Disamping itu, Bank BRI berupaya untuk memberikan added value terkait pelayanan pasar modal yang dapat diberikan BRI Group kepada nasabah melalui kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI),” imbuhnya.

Saat ini, BRI Group memiliki layanan keuangan yang terintegrasi kepada debitur terkait pelayanan pasar modal yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah, khususnya dengan hadirnya PT Danareksa Sekuritas yang sudah menjadi bagian dari Bank BRI. Disamping Danareksa Sekuritas, saat ini Bank BRI telah memiliki beberapa perusahaan anak, diantaranya yakni BRI Syariah, BRI Life, BRI Finance, BRI Agro, BRI Remittance dan BRI Ventures.

Dari 7 perusahaan anak yang dimiliki Bank BRI, BRI Syariah telah melakukan Initial Public Offering (IPO) pada Mei 2018. Dia menuturkan, setelah IPO kinerja BRI Syariah pun semakin meningkat dimana perseroan berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 106,6 miliar, naik dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp 101 miliar. Sedangkan untuk aset tumbuh sebesar 20,20% menjadi Rp 37,91 di triliun di akhir 2018, dari Rp 31,54 triliun di tahun 2017.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak