alexametrics

Megasuperblok BJ Habibie Senilai Rp11 Triliun Gelar Topping Off Tower ke-3

loading...
Megasuperblok BJ Habibie Senilai Rp11 Triliun Gelar Topping Off Tower ke-3
PT Pollux Habibie International kembali melakukan topping off untuk tower A3 di proyek megasuperblok Meisterstadt Batam. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - PT Pollux Habibie International, perusahaan properti kolaborasi antara PT Pollux Properti Indonesia Tbk., dan keluarga besar Presiden ketiga Indonesia, B.J.Habibie, kembali melakukan topping off untuk tower A3 di proyek megasuperblok Meisterstadt Batam.

Prosesi topping off untuk tower ke-3 menunjukkan bahwa pembangunan proyek megasuperblok ini berjalan sesuai rencana. Sebelumnya, dilakukan topping off alias penutupan atap untuk tower A1 dan A2 pada pertengahan Januari dan Maret 2019 lalu.

"Prosesi topping off tower A3 yang hanya berselang sebulan dari tower A2 adalah bentuk komitmen kami untuk membangun kawasan megasuperblok Meisterstadt Batam secara keseluruhan sesuai jadwal yang telah ditentukan," ujar Po Sun Kok, Presiden Komisaris PT Pollux Properti Indonesia Tbk dalam keterangan resmi, Kamis (11/4/2019).



Po Sun Kok menambahkan, selain ketepatan jadwal dalam hal pembangunan, wujud komitmen yang dilakukan Pollux Properti Indonesia untuk Meisterstadt Batam juga dibuktikan dengan pemilihan mitra kerja hingga material yang berkualitas.

"Untuk kontraktor, kami menggandeng kontraktor PT PP (Persero) Tbk yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Dan untuk material elevator dan eskalator, kami menggandeng KONE, perusahaan asal Finlandia yang merupakan salah satu market leader industri elevator dan eskalator di dunia," tutur Po Sun Kok.

Maikel Tanuwidjaya, Sales and Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk., menyebutkan, selain melakukan topping off, juga dilakukan product knowledge untuk tower terbaru yaitu A5 yang merupakan tower keempat dan mengusung konsep penthouse. Tower ini bagian dari fase pertama sekaligus masterpiece dari Meisterstadt Batam.

Tower A5 merangkum sebanyak 385 unit dan ditawarkan dalam beberapa tipe, mulai dari tipe Studio 24 m2, 1BR sebesar 49 m2, 2BR seluas 66 m2 sampai dengan tipe 3BR seluas 80 m2. Sementara, harga yang ditawarkan Rp1,6 miliar untuk tipe 2BR dan Rp2 miliar untuk type 3BR. Untuk penjualan tahap pertama, tower A5 hanya dipasarkan sebanyak 88 unit.

"Berbeda dengan tower sebelumnya, tower A5 nantinya ditawarkan lebih ekslusif. Tower ini cukup mendapatkan tempat di hati masyarakat, terbukti sejak dipasarkan tahap pertama sejak bulan lalu, kami sudah dua kali mengalami oversubscribed," jelas Maikel Tanuwidjaya.

Megasuperblok Meisterstadt dikembangkan di atas lahan seluas 9 hektar. Proyek multifungsi ini nantinya akan merangkum 11 gedung pencakar langit yang terdiri atas 8 menara apartemen sebanyak 6.500 unit, 1 hotel, 1 rumah sakit bertaraf internasional, mal, pertokoan serta 1 perkantoran dengan rencana ketinggian 100 lantai. Tidak kurang, sebesar Rp11 triliun dana investasi yang dipersiapkan perseroan untuk mengembangkan proyek terbesar di Batam tersebut.

Penjualan Meisterstadt sendiri dilakukan dalam 4 fase, dimana pada fase pertama telah dipasarkan tiga menara apartemen (A1, A2 dan A3) sebanyak 1.575 unit dan 113 unit ruko dengan harga mulai dari Rp3 miliar serta mall dengan konsep F&B dan entertainment.

Ada tiga tipe unit apartemen yang ditawarkan, yakni tipe one bedroom dengan total luas 24,82 m2, one bedroom plus seluas 42,51 m2, dan tipe two bedroom seluas 51,59 m2, dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp400 juta sampai dengan Rp1,1 miliar.

"Meisterstadt dibangun dengan tujuan menciptakan area komersial bertaraf internasional yang menunjang kegiatan free trade zone Asia bagi kota Batam," sebut Maikel Tanuwidjaya.

Pada penjualan apartemen fase pertama (A1 & A2), Meisterstadt berhasil mendulang sukses dengan penjualan 100% sold out hanya dalam waktu satu hari. Melihat tingginya minat masyarakat yang ingin berinvestasi di mega proyek tersebut, maka pada 2017, Meisterstadt kembali memasarkan tower ketiga (A3) yang saat ini penjualannya sudah mencapai 70% serta tower keempat (A5) yang mulai dipasarkan bertepatan dengan prosesi topping off tower A2, awal Maret 2019.

Meisterstadt Batam dikembangkan dengan mengacu pada konsep kemajuan kota berstandar Jerman. Hal ini dapat dilihat pada komposisi bangunannya yang saling terintegrasi dengan beberapa proyek properti khususnya perkantoran dan rumah sakit. "Proyek ini merupakan hasil dari visi Habibie untuk menciptakan integrated vertical city yang terinspirasi dari standar kemajuan negara Jerman," ucap Ilham Akbar Habibie, honorary chairman Pollux Habibie International.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak