alexametrics

Menhub Akui Tak Mudah Jadikan Bandara Kertajati Pusat Penerbangan Haji

loading...
Menhub Akui Tak Mudah Jadikan Bandara Kertajati Pusat Penerbangan Haji
Menhub Budi Karya Sumadi mengakui, tidak mudah untuk menjadikan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat sebagai pusat penerbangan umrah dan haji. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui, tidak mudah untuk menjadikan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat sebagai pusat penerbangan umrah dan haji. Rencana tersebut telah dikoordinasikan rencana terutama dengan Kementerian Agama untuk selanjutnya perlu malakukan pendataan.

"Banyak pihak tentunya, ada tarik-tarikan. Misalnya dia umrahnya (lokasinya di Jakarta) ya tidak mau, kalau bisa di Jakarta. Saya ingin Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi international airport dengan begitu, turis yang datang ke Indonesia lebih nyaman dan penerbangan haji atau umrah juga lebih nyaman," ujar Menhub Budi Karya di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Penerbangan umrah tampaknya dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan okupansi Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat yang saat ini masih terbilang sepi. Selain itu Menhub juga memiliki rencana menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik.



"Kita sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag). Kita lagi mendaftar kepada semua orang-orang yang sekarang Umroh mau kita pindahin ke sana semuanya termasuk secara khusus maskapai penerbangan, Garuda Indonesia dan Lion Air berangkat dari sana," ungkapnya.

Diterangkan olehnya pada dasarnya menginginkan rencana tersebut terealisasi sejak Bandara Kertajati beroperasi pada Juli 2018. Hanya saja, bandara tersebut belum maksimal dikarenakan jalan tol dari Bandung ke Kertajati belum selesai dibangun. "Kita akan membuat pusat umroh dan haji dan ketiga menjadi pusat logistik di sana (Kertajati)," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak