alexametrics

BI Optimistis Pemilu Tak Bikin Rupiah Lesu

loading...
BI Optimistis Pemilu Tak Bikin Rupiah Lesu
Bank Indonesia (BI) menekankan, optimistis bahwa nilai tukar rupiah akan tetap stabil selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yang akan berlangsung dalam lima hari ke depan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKA - Bank Indonesia (BI) menekankan, optimistis bahwa nilai tukar rupiah akan tetap stabil selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yang akan berlangsung dalam lima hari ke depan (H-5). Sementara itu hingga akhir sesi hari ini rupiah berdasarkan Yahoo Finance menunjukkan perbaikan pada level Rp14.090/USD.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menyampaikan, Bank Indonesia (BI) tetap menjaga kestabilan ekonomi menjelang pemilihan umum pada 17 April mendatang. Sehingga menurutnya rupiah tidak akan terlalu berdampak dengan adanya pergelaran Pemilu, seiring derasnya dana asing yang masuk ke domestik.

"Kami sih melihat bahwa inflow year to date masih masuk ke Indonesia, baik ke pasar SBN (Surat Berharga Negara) dan pasar saham. Jadi rupiah masih terjaga," ujar Mirza di Jakarta, Jumat (12/4/2019).



BI mencatat dana asing yang masuk ke Indonesia sejak awal April 2019 hingga pekan ini mencapai Rp91 triliun itu dengan rincian dana yang masuk melalui melalui SBN Rp75 triliun, sedangkan dana yang masuk melalui pasar saham sebesar Rp15,9 triliun. Menurut Mirza, banyaknya investor yang masuk ke pasar saham menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan profit yang lebih baik. Hal tersebut akan berdampak positif terhadap rupiah.

Dalam kesmepatan yang sama, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah juga mengatakan, BI komitmen menjaga kestabilan rupiah. Di tengah menguatnya kembali dolar AS dan pelemahan mata uang regional, rupiah dijaga tetap stabil.

"BI juga tetap siaga memastikan kestabilan pasar SBN terutama bila terjadi arus modal keluar yang dapat memicu pelemahan rupiah," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak