alexametrics

Diserang Kampanye Negatif Sawit, RI Cari Pasar Ekspor Baru hingga Afrika

loading...
Diserang Kampanye Negatif Sawit, RI Cari Pasar Ekspor Baru hingga Afrika
Menko Darmin menerangkan, RI menyiapkan strategi baru jika saja nantinya Uni Eropa (UE) memberlakukan larangan sawit (CPO) dan produk turunannya masuk ke pasar kawasan itu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan strategi baru jika saja nantinya Uni Eropa (UE) memberlakukan RED II Delegated Act pada 12 Mei 2019, mendatang yang melarang sawit (CPO) dan produk turunannya masuk ke pasar kawasan itu. Hal ini agar produk sawit Indonesia juga tetapi mampu bersaing.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah memang saat ini tengah melakukan perluasan pasar ekspor minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO). Saat ini proses perundangan dengan negara-negara khususnya yang berada di Asia dan Afrika terus dilakukan.

"Memang sedang berjalan (perluasan pasar ekspor lewat Free Trade Agreement/FTA). Itu Menteri Perdagangan (tugasnya) saya tahu pembicaraan sudah mulai," ujar Menko Darmin di Jakarta, Jumat (12/4/2019).



Beberapa negara yang tengah dalam negosiasi yakni seperti Pakistan hingga India dan bahkan Afrika. Komunikasi dengan kedua negara tersebut terus dilakukan secara intensif. "Rasanya dengan India itu mestinya sudah, Pakistan juga sudah," jelasnya.

Sementara salah satu negara lainnya yakni Turki juga tengah dilakukan penjajakan dan ada proses pembicaraan. Meskipun belum seintensif negara India dan Pakistan, namun Darmin menekankan pembicaraan dengan Turki cukup positif sejauh ini. "Turki sudah dimulai dibicarakan juga. Jadi pembicaraan juga juga sudah jalan," kata Darmin.

Menurutnya pemerintah memang lebih fokus mengembangkan pasar ekspor sawit menuju negara yang menggunakan Palm Oil sebagai kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, bukan sembarang negara juga yang menjadi pasar ekspor lain, tapi juga harus memperhatikan pertumbuhan ekonominya juga. "Dan memang kita dahulukan ke negara yang banyak menggunakan pm oil. Setelah Asia Selatan kita masuk ke Afrika," papar dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak