alexametrics

Dahana-Kemhan Teken Kontrak Pengadaan Bomb Senilai Ratusan Miliar

loading...
Dahana-Kemhan Teken Kontrak Pengadaan Bomb Senilai Ratusan Miliar
PT Dahana (Persero) melakukan penandatanganan kontrak pengadaan Bomb P-250 Live dengan Kementerian Pertahanan RI (Kemhan). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Dahana (Persero) melakukan penandatanganan kontrak pengadaan Bomb P-250 Live dengan Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) untuk proyek pengadaan Alutsista dan Konstruksi di lingkungan Kementerian Pertahanan atau TNI. Hal ini mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri, perusahaan plat merah yang bergerak di Industri bahan peledak baik untuk komersil ataupun militer ini telah memproduksi berbagai kebutuhan militer, salah satunya adalah Bomb P-250 Live.

Bomb yang sudah melewati proses pengujian ini akhirnya diproduksi secara massal. Melihat kemampuan Dahana dalam memproduksi bahan peledak yang berkualitas dan berdaya saing, Kementerian Pertahanan pun menjatuhkan pilihan membeli Bomb P250 L dari Perusahaan yang masuk di kluster NDHI (National Defence & Hitech Industry) tersebut.

Selain itu, kegiatan penandatanganan ini dimaksudkan untuk terus mendorong Industri Pertahanan dalam negeri. Direktur Operasi PT Dahana Bambang Agung mengatakan, perseroan mendapatkan nilai kontrak sebesar Rp104.727.968.160.



"Tentunya ini peluang sekaligus tantangan untuk kami di sektor militer. Dan kami akan memberikan yang terbaik, sesuai motto Dahana "Serving the Nation Better," ungkap Bambang Agung di Jakarta.

Selain Dahana, Kemhan juga melakukan penandatanganan kontrak dengan berbagai BUMN-BUMN lainnya. Bomb P-250 Live merupakan alat peledak yang diaplikasikan pada Pesawat Sukhoi, bom ini termasuk dalam jenis High Drags General Purposes (HDGP) yang memiliki kemampuan untuk meledak dan efek pecahannya dapat digunakan untuk menghancurkan bangunan dan fondasi bunker, juga dapat menghancurkan benda hidup di area yang luas.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak