alexametrics

Helikopter ke Bandara Soetta Mulai Beroperasi Oktober

loading...
Helikopter ke Bandara Soetta Mulai Beroperasi Oktober
Helikopter ke Bandara Soetta Mulai Beroperasi Oktober
A+ A-
JAKARTA - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) bakal segera memiliki fasilitas baru berupa bandara khusus helikopter yang akan dioperasikan secara komersial Oktober mendatang. Fasilitas seluas 2,7 hektare (ha) itu diharapkan menambah alternatif moda transportasi dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Bandara helikopter yang dikelola oleh Whitesky Aviation bersama PT Angkasa Pura (AP) II itu merupakan heliport pertama di Indonesia yang berada di kawasan bandara dan memiliki fasilitas lengkap. Total nilai proyek bandara khusus ini mencapai Rp80 miliar. Chief Executive Officer (CEO) Whitesky Denon Prawiraatmadja mengatakan, bandara khusus helikopter tersebut berlokasi di Jalan Parimeter Selatan, Neglasari, kompleks Bandara Soekarno-Hatta.

Saat ini pembangunannya telah merampungkan tahap pertama dan sudah mulai diuji coba. “Setelah pembangunan tahap pertama ini rampung, heliport ini sudah bisa dioperasionalkan walau masih dalam tahap uji coba. Secara resmi, heliport ini akan beroperasi pada akhir tahun nanti,” kata Denon di Jakarta kemarin.



Di lokasi ini, Whitesky Aviation menyediakan fasilitas antara lain shooting point dengan instalasi lampu untuk mendukung terbang malam, 8 helipad, 10 hanggar khusus helikopter berkapasitas 50 helikopter jenis Bell 505 atau setara 20 Helikopter tipe Bell 429/Airbus H130, customer lounge, kafe, kawasan kantor, fasilitas beserta personel untuk evakuasi medis (Helimedic), dan sebagainya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyambut positif rampungnya pembangunan tahap pertama heliport tersebut. Dengan rampungnya pembangunan tahap pertama itu, heliport komersial ini langsung bisa dioperasionalkan walau masih dalam tahap uji coba.

"Kita sungguh mengapresiasi Whitesky karena telah menginisiasi membangun heliport komersial pertama Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta yang dapat meningkatkan citra dan reputasi Bandara Soekarno-Hatta, juga apresiasi yang sama saya sampaikan kepada AirNav," kata Awaluddin.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan keselamatan penerbangan merupakan prioritas AirNav Indonesia. Hal ini juga berlaku bagi layanan helikopter dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta. “Semua harus sesuai standar dan prosedur keselamatan. Kami telah membuat SOP (standard operating procedure) sehingga pelayanan helikopter tidak akan mengganggu lalu lintas penerbangan di bandara,” ujar Novie.

Keberadaan bandara khusus helikopter komersial ini tidak terlepas dari program konektivitas transportasi pemerintahan pada era Joko Widodo-Jusuf Kalla. Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memiliki misi untuk mengatur sistem multimoda transportasi, termasuk ke wilayah bandara. Multimoda ini dimaksudkan agar semua moda angkutan transportasi terkoneksi dan saling mendukung untuk transportasi yang lainnya.

Di Jakarta, pelaksanaan multimoda tersebut disusun dalam Jakarta Airport (JA) Connection dengan beberapa terobosan, antara lain menggunakan sistem moda transportasi berbasis darat dengan menggunakan bus, taksi, dan lainnya. Kemudian, menggunakan moda transportasi berbasis rel yakni membuat kereta ke bandara. Terobosan lainnya adalah dengan menggunakan moda transportasi udara lewat helikopter.

Khusus moda helikopter ini, walau tidak bisa langsung mendarat di bandara, tetapi bisa menghubungkan tempat-tempat yang sulit dijangkau baik di Jakarta maupun di Bandung. Lalu, berapa tarif yang dikenakan untuk konsumen yang ingin memanfaatkan layanan helikopter dari Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta?

Terkait hal ini, pihak Whitesky Aviation beberapa waktu lalu pernah mengungkapkan bahwa ongkos yang harus disiapkan sekitar Rp6–8 juta per unit untuk sekali perjalanan, dengan kapasitas penumpang empat orang. Adapun waktu tempuhnya sekitar 10 menit.

Selain rute Jakarta–Bandara Soekarno-Hatta, Whitesky juga melayani rute lain seperti ke Bandung dan beberapa kota lainnya di sekitar Ibu Kota. Untuk pengguna yang ingin memanfaatkan rute Jakarta–Bandung dikenakan biaya sekitar Rp16 juta dengan waktu tempuh 45-50 menit.

Sementara itu, Denon mengapresiasi dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian BUMN, dan AirNav atas pembangunan bandara khusus helikopter itu. Apresiasi yang sama juga disampaikan Denon kepada Angkasa Pura II. "Sebagai operator dari layanan helikopter ritel, kami berkomitmen menjadikan helikopter sebagai bagian dari pengembangan moda transportasi perkotaan di Indonesia," pungkas Denon.

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengatakan, beroperasinya heliport di Bandara Soetta akan mempermudah mobilitas masyarakat mengakses bandara. “Tentu ini akan menambah mobilitas dari dan menuju ke bandara. Meski dimanfaatkan oleh kalangan terbatas, ya tentu patut kita apresiasi,” ujarnya kepada KORAN SINDO.

Menurut dia, bandara khusus helikopter tersebut akan membuka peluang dan perluasan potensi bisnis serupa di bandara. “Saya kira potensinya juga besar ke pengembangan baru, misalnya di sektor kesehatan, bencana pariwisata,” ucapnya.Namun, kata dia, perluasan potensi tersebut hendaknya harus didukung dengan regulasi sebagai acuan pengoperasian.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak