alexametrics

Harga Emas Antam Tergelincir ke Level Rp666.500/Gram

loading...
Harga Emas Antam Tergelincir ke Level Rp666.500/Gram
Harga jual emas PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini menyusut untuk mengiringi harga beli kembali (buyback) yang bergerak flat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Harga jual emas PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini menyusut untuk mengiringi harga beli kembali (buyback) yang bergerak flat. Pergerakan variatif emas dalam negeri saat kemarin, emas dunia Emas berangsur lebih rendah setelah membukukan penurunan harian terbesar dalam dua minggu.

Dikutip dari laman resmi Logammulia.com, Sabtu (13/4/2019) harga emas tergelincir Rp5.00 ke posisi Rp666.500 per gram dari sesi kemarin yang bertengger pada level Rp667.000/gram. Sedangkan harga buyback emas Antam justru bergerak stagnan pada level Rp587.000/gram atau tidak berubah dari sesi sebelumnya.

Selanjutnya emas dengan ukuran 0,5 gram dihargai sebesar Rp362.250 sedangkan pada ukuran 2 gram dibanderol Rp1.281.000. Harga emas 3 gram dipatok pada posisi Rp1.901.500 untuk mengiringi emas ukuran 5 gram seharga Rp3.151.500.



Sementara harga emas 10 gram dijual Rp6.215.000 ketika ukuran emas 25 gram dijual Rp15.375.000 pada perdagangan tengah pekan. Harga emas 50 gram dihargai sebesar Rp30.630.000 saat emas 100 gram dijual dengan harga sebesar Rp61.140.000.

Harga emas 250 gram mencapai Rp152.462.500 dengan emas ukuran 500 gram dihargai Rp304.625.000. Ada juga ukuran 1.000 yang dijual mencapai Rp609.100.000 dengan kecenderungan tertekan. Posisi harga jual emas Antam di Pulogadung juga diperdagangkan jatuh ke Rp659.500 per gram.

Di sisi lain Jumat kemarin, harga emas pada pasar spot bergerak 0,1% lebih rendah menjadi USD1.290,71 per ons. Sedangkan harga emas berjangka Amerika Serikat menetap dalam tren peningkatan 0,1% lebih tinggi pada level USD1.295,2 per ons.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak