alexametrics

Kurs Rupiah Berpotensi Menguat di Awal Pekan

loading...
Kurs Rupiah Berpotensi Menguat di Awal Pekan
Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan hari ini, diperkirakan bakal bergerak di kisaran level Rp14.040-Rp14.150 per dolar AS (USD). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan hari ini, diperkirakan bakal bergerak di kisaran level Rp14.040-Rp14.150 per dolar AS (USD). Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menerangkan, karena data neraca perdagangan China yang surplus mengalami penguatan untuk memberikan sentimen positif.

" Data neraca perdagangan China bulan Maret dimana dirilis surplus yang jauh lebih bagus dari ekspektasi memberikan sentimen positif ke pasar emerging Market, selain itu penundaan negosiasi Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) sampai 31 Oktober juga memberikan sentimen positif," ujar Ariston di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Sambung dia menerangkan, data survei konsumen AS oleh Universiya Michigan yang dirilis di bawah ekspektasi membantu rupiah di zona hijau. "Ini membantu mendorong pelemahan dollar AS terhadap mata uang lainnya. Rupiah dalam posisi menguat terhadap dollar AS dengan potensi kisaran Rp14.040-Rp14.150," jelasnya.



Sebelumnya Bank Indonesia (BI) menekankan, optimistis bahwa nilai tukar rupiah akan tetap stabil selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yang akan berlangsung dalam lima hari ke depan (H-5). Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menyampaikan, Bank Indonesia (BI) tetap menjaga kestabilan ekonomi menjelang pemilihan umum pada 17 April mendatang.

Sehingga menurutnya rupiah tidak akan terlalu berdampak dengan adanya pergelaran Pemilu, seiring derasnya dana asing yang masuk ke domestik. "Kami sih melihat bahwa inflow year to date masih masuk ke Indonesia, baik ke pasar SBN (Surat Berharga Negara) dan pasar saham. Jadi rupiah masih terjaga," ujar Mirza di Jakarta, akhir pekan kemarin.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak