alexametrics

Harga Minyak Mentah Dunia Tergelincir di Tengah Masalah Pasokan

loading...
Harga Minyak Mentah Dunia Tergelincir di Tengah Masalah Pasokan
Harga minyak mentah dunia menyusut pada perdagangan, Senin (15/4/2019) setelah patokan internasional Brent sempat menembus level tertinggi dalam lima bulan di sesi sebelumnya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
TOKYO - Harga minyak mentah dunia menyusut pada perdagangan, Senin (15/4/2019) setelah patokan internasional Brent sempat menembus level tertinggi dalam lima bulan di sesi sebelumnya. Akan tetapi kekhawatiran atas pasokan global membuat harga bergerak fluktuatif hingga akhir kembali lebih rendah.

Tercatat seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah Brent berada ke level USD71,46 per barel dengan penurunan hingga mencapai 9 sen yang setara 0,1% dibandingkan penutupan terakhir, usai mencapai posisi tertinggi sejak 12 November pada hari Jumat di USD71,87/Barel.

Sementara harga minyak menteh berjangka Amerika Serikat (AS) yakni West Texas Intermediate (WTI) AS terpantau lebih rendah 26 sen atau 0,4% dari sesi sebelumnya menjadi USD63,63 per barel.



"Saya berharap minyak akan diperdagangkan dalam kisaran yang relatif ketat sekitar USD70 per dolar AS saat ini," kata Virendra Chauhan, analis minyak di Energy Aspects di Singapura, merujuk pada sinyal mixed pada pasokan dari Amerika Serikat dan OPEC serta sekutunya.

Kepala National Oil Corp Libya memperingatkan, pada akhir pekan kemarin bahwa pertempuran baru dapat menghapus produksi minyak mentah di negara itu. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya bertemu pada bulan Juni untuk memutuskan apakah akan melanjutkan menahan pasokan. OPEC, Rusia dan produsen lainnya, telah berkomitmen mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari dari 1 Januari yang berjalan selama enam bulan.

"Indikator terdepan pada pasokan .S menunjukkan tingkat aktivitas sedang meningkat yang mendukung untuk pertumbuhan produksi yang kuat di babak kedua," kata Chauhan.

Tetapi pada saat yang sama, sinyal dari berbagai menteri pakta OPEC menunjukkan pasokan dari kelompok tidak akan ditingkatkan secara pre-emptive seperti musim panas lalu. Pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi, dianggap tertarik untuk terus memotong pasokan, tetapi sumber-sumber dalam kelompok itu mengatakan dapat meningkatkan produksi mulai Juli jika gangguan berlanjut di tempat lain.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak