alexametrics

SPH Dorong Inovasi untuk Dukung Pengembangan Industri 4.0

loading...
SPH Dorong Inovasi untuk Dukung Pengembangan Industri 4.0
SPH dan Kadin bersinergi mendorong percepatan industri 4.0. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Salah satu agenda nasional yang tengah didorong pemerintah adalah membentuk Indonesia 4.0 sejalan dengan revolusi industri ke-4 atau Industri 4.0. Revolusi ini ditandai dengan adanya manufaktur digital yang mengadopsi komputer dan otomatisasi, dengan sistem cerdas dan otonom, didorong dengan data dan pembelajaran mesin (machine learning).

Direktur Sekolah Pelita Harapan (SPH) Applied Science Academy (ASA) Eden Steven menyampaikan, Indonesia harus siap dengan perubahan besar ini. Salah satu langkah yang perlu diambil dengan mengembangkan dan memaksimalkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan inovatif, kreatif, dan problem solving.

"Lembaga pendidikan adalah sektor yang paling strategis untuk memperlengkapi generasi muda agar siap memasuki dunia industri 4.0," tutur Eden Steven, dalam pembukaan Pameran Ilmiah SPH, di jakarta, Senin (15/4/2019).



Penerima gelar doktor dari Florida State University dengan spesialisasi di bidang advanced materials dan elektronika ini menambahkan, SPH berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan, sebagai pelopor ide pembelajaran terbaru dan melawan metode pembelajaran konvensional dari pendidikan tradisional.

Kini, sembari melangkah menuju model pendidikan 4.0, SPH juga sedang menerapkan model pendidikan 3.0 yang mengizinkan para murid untuk menjadi pembelajar yang mandiri yang juga didorong untuk menggunakan teknologi digital terkini secara konsisten sebagai bagian terpenting.

SPH memulai Center of Excellence pertama dalam area Ilmu Pengetahuan Praktis, yang dikenal sebagai Applied Science Academy (Akademi Ilmu Pengetahuan Praktis). Center of Excellence bertujuan untuk memperlengkapi murid-murid dengan penelitian terdepan, praktikum terbaik, bantuan dengan area-area spesialisasi dan bimbingan dari mentor yang ahli.

Applied Science Academy (ASA) dibentuk dengan tujuan untuk memberdayakan dan mendidik ilmuwanilmuwan muda. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya paparan otentik ke lingkungan penelitian sehingga dapat terjadinya eksplorasi ilmiah yang menghasilkan innovator muda dalam ilmu terapan. Untuk mendukung hal ini, SPH juga menyediakan peralatan dan bahan lab terbaru dan canggih.

Beriringan dengan mendorong Revolusi 4.0, tahun ini, SPH Lippo Village mengadakan Pameran Ilmiah Pertama yang menampilkan 20 proyek ilmiah yang didedikasikan oleh 24 murid-murid dari kelas 10-12 (1-3 SMA).

Dalam acara ini juga, para murid akan menampilkan proyek-proyek yang berkaitan dengan bioteknologi, biosensor, energi terbarukan, pembelajaran mesin, machine vision, mikrobiologi, teknik sipil, ilmu komputer, ilmu material, ilmu data, farmasi, food technology dan robotik.

Steven menyampaikan, banyak bakat-bakat luar biasa dari murid-murid ASA kelas 10, 11, 12. Beberapa dari hasil ilmiah sangat orisinil, unik, dan berkualitas tinggi. Beberapa contoh karya adalah pembalut luka berbasis protein sutra dengan ekstrak tanaman lokal yang dapat menyesuaikan diri dengan luka dengan sifat retensi bahan antimikroba dan bahan aktif yang kuat.

"Ada juga yang melakukan penelitian memisahkan dan mengidentifikasikan bakteri dari Kimchi dimana menemukan bahwa bahan tersebut berpotensi mencegah pembekuan darah," tuturnya.

Sementara, siswa lain melakukan penelitian di bidang robotik dimana dikembangkan sistem pelacakan mata yang memungkinkan lengan robot untuk mengambil benda dengan pergerakan mata.

Ada juga murid lain yang mempelajari Kristal yang dapat menyerap cahaya. Ia juga menemukan cara untuk menyimpan energy cahaya ini secara jangka panjang. Studi ini dilakukan dengan menggunakan sensor, pengontrol, dan perekaman data yang dibuat khusus dan diprogram khusus yang dapat secara otomatis menganalisis ribuan kurva sekaligus. Hasil ini juga akan disajikan dalam konferensi ilmiah internasional yang akan datang dalam optik modern.

Dalam pameran ilmiah turut hadir Dirjen Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar memberikan pembicaraan interaktif yang mendiskusikan pembelajaran di era transformasi ini.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kejuruan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Fasli Jalal menyampaikan dukungannya atas langkah SPH dalam menggali potensi generasi pemuda pada tingkat pendidikan menengah dan menyediakan wadah, sarana bagi mereka dalam mewujudkan Inovasi dalam bidang ilmu Sains. Indonesia, tegas dia, memiliki potensi sangat besar dalam kompetensi ilmu sains.

Dia mengatakan bahwa Kadin akan terus mendukung program-program pendidikan dari pendidikan dasar, menengah dan kejuruan dan siap mengusung semua hasil karya yang baik untuk bekerja sama dengan sektor perdagangan dan industri.

"Kadin turut mengambil bagian dan ikut serta dalam mewujudkan Indonesia 4.0, sekaligus mendukung program Kemenristekdikti dalam hal peningkatan STEM," tuturnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak