alexametrics

ULN Capai Rp5.388 T, Ekonom: Indonesia Bisa Sulit Bayar Utang

loading...
ULN Capai Rp5.388 T, Ekonom: Indonesia Bisa Sulit Bayar Utang
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat menjadi USD388,7 miliar atau setara Rp5.388 triliun. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali mengalami peningkatan, dimana hingga Februari 2019 menjadi USD388,7 miliar atau setara Rp5.388 triliun (kurs Rp13.862 per USD).

ULN tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD193,8 miliar serta utang swasta termasuk BUMN sebesar USD194,9 miliar. Posisi ULN tersebut bertambah USD4,8 miliar dibandingkan posisi akhir periode sebelumnya, karena neto transaksi penarikan ULN.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira mengatakan meningkatnya ULN akan berpengaruh kepada kemampuan Indonesia dalam membayar utang. Baca: Utang Luar Negeri Indonesia Bertambah Jadi Rp5.388 Triliun



"Meningkatnya utang luar negeri ini akan berpengaruh pada kemampuan membayar utang, baik pemerintah maupun swasta," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Sambung dia, ULN pemerintah tumbuh 7,3% (yoy) pada bulan Februari, sementara ekonomi hanya tumbuh dikisaran 5,1%. Ini bukti ketidakmampuan leverage melalui utang luar negeri untuk meningkatkan kinerja ekonomi.

"Jika kondisi ini terus dibiarkan akan memicu bubble, dimana gap antara pertumbuhan utang dan pertumbuhan ekonomi semakin melebar. Ini bisa menjadi beban perekonomian," tandasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak