alexametrics

Harga Minyak Mentah Dunia Memperpanjang Tren Pelemahan

loading...
Harga Minyak Mentah Dunia Memperpanjang Tren Pelemahan
Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan, Selasa (16/4) setelah Rusia dan OPEC dapat meningkatkan produksi minyak mentah mereka demi memperjuangkan pangsa pasar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SYDNEY - Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan, Selasa (16/4/2019) setelah salah satu Menteri Rusia mengatakan negaranya dan OPEC dapat meningkatkan produksi minyak mentah mereka demi memperjuangkan pangsa pasar. Seperti diketahui kenaikan tajam harga minyak belum lama ini karena didorong oleh produksi global yang lebih ketat.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional diperdagangkan ke level USD71,08 per barel pada pukul 01.11 GMT, atau sedikit lebih rendah 10 sen yang setara 0,1% dibandingkan sesi penutupan terakhir. Raihan ini melanjutkan tren negatif sejak awal pekan kemarin, dimana Brent ditutup turun hingga 0,5%.

Sementara harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD63,39 per barel atau menyusut 2 sen senilai dengan 0,1% dari penyelesaian sebelumnya. WTI juga turun 0,8% pada perdagangan hari Senin, kemarin.



Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan, pada akhir pekan kemarin bahwa Rusia dan OPEC dapat memutuskan untuk meningkatkan produksi demi memperjuangkan pangsa pasar dengan Amerika Serikat, tetapi ini akan mendorong minyak serendah USD40 per barel.

"Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa Rusia tidak akan menyetujui perpanjangan pemotongan produksi dan kita bisa melihat mereka secara resmi meninggalkannya dalam beberapa bulan mendatang," kata Edward Moya, analis pasar senior, OANDA.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC +, akan bertemu pada bulan Juni untuk memutuskan apakah bakal melanjutkan komitmen dalam menahan pasokan. Sebelumnya mereka sepakat untuk mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari dari 1 Januari selama enam bulan ke depan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak