alexametrics

Evaluasi LRT Sumsel, Menhub Upayakan Waktu Tempuh Dipercepat

loading...
Evaluasi LRT Sumsel, Menhub Upayakan Waktu Tempuh Dipercepat
Kemenhub terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap operasional LRT Sumsel. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan evaluasi secara berkala agar LRT Sumatera Selatan (Sumsel) dapat beroperasi secara optimal. Hasil evaluasi tersebut antara lain menunjukkan adanya ekspektasi masyarakat agar waktu tempuh perjalanan LRT bisa lebih cepat.

"Kami secara kontinyu melakukan evaluasi. Kita ketahui bahwa LRT Sumsel ini masih uji coba, artinya memang ada perangkat-perangkat yang sedang dilakukan percobaan, agar dia mencapai puncak performance-nya," jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, Selasa (16/4/2019).

Menhub mengungkapkan, ada beberapa hal teknis yang perlu dioptimalkan dari LRT Sumsel, misalnya terkait waktu tempuh dan headway (waktu tunggu kedatangan) antar-LRT. Menurutnya, ekspektasi masyarakat adalah bagaimana agar waktu tempuh perjalanan LRT bisa lebih cepat.



"Pertama kita akan maksimalkan waktu tempuh perjalanan yang selama ini 1 jam menjadi sekitar 45 menit. Kedua, headway yang selama ini 24 sampai 48 menit, agar bisa dikurangi menjadi sekitar 15 menit. Sehingga total waktu yang dihabiskan mulai dari meninggu kedatangan kereta sampai dengan perjalanan dengan jarak terjauh (dari bandara sampai stasiun DJKA) tidak lebih dari satu jam," paparnya.

Lebih lanjut Menhub mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk mengintegrasikan LRT Sumsel dengan angkutan lain maupun dengan fasilitas yang ada di Kota Palembang. Menurut Menhub, okupansi LRT Sumsel yang masih rendah karena lintasan LRT masih tumpang tindih dan sejajar dengan angkutan umum lain.

"Itulah yang menyebabkan di satu sisi okupansi LRT masih rendah dan di sisi lain jalan Sudirman Palembang masih macet. Palembang butuh kebijakan untuk merekonstruksi lintasan-lintasan transportasi sehingga LRT dapat diandalkan sebagai angkutan utama, sementara moda-moda lain adalah supporting," ujarnya.

Kehadiran LRT diharapkan menjadi subtitusi angkutan-angkutan lainnya sehingga mengurangi kemacetan dan juga menambah baiknya kualitas udara di Palembang.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak