alexametrics

United Tractors Alokasikan 40% Laba Bersih untuk Dividen

loading...
United Tractors Alokasikan 40% Laba Bersih untuk Dividen
RUPST PT United Tractor Tbk di Jakarta, Selasa (16/4/2019). Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT United Tractors Tbk (UNTR) menyetujui penggunaan 40% dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp11,1 triliun di 2018 atau sebesar Rp4,45 triliun untuk dibagikan sebagai dividen tunai.

Setiap pemegang saham akan menerima dividen Rp1.193 per saham, termasuk di dalamnya dividen interim Rp365 per saham yang telah dibayarkan pada 22 Oktober 2018. Sisa dividen Rp828 akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per 30 April 2019 dan akan dibayarkan pada 17 Mei 2019. Sisa laba bersih selanjutnya dibukukan sebagai laba ditahan.

Dalam RUPS tersebut, manajemen menjelaskan bahwa sepanjang 2018 perseroan membukukan kinerja positif. Pertumbuhan pendapatan segmen bisnis mesin konstruksi tahun lalu mencapai sekitar 20% atau hampir Rp30 triliun.



"Lalu untuk penjualan unit Komatsu tahun lalu mengalami kenaikan sebanyak 29%, mencapai 4.789 unit. Untuk jasa pemeliharaan alat mengalami peningkatan sebesar 32% dengan nominal Rp9,4 triliun," ungkap Direktur UNTR Iwan Hadiantoro di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Untuk segmen kontraktor pertambangan di bawah PAMA, lanjutnya, pertumbuhan pendapatan meningkat 37% mencapai Rp41 triliun. Untuk bisnis pertambangan batu bara, pendapatan perseroan mencapai Rp11 triliun atau naik 49% dibandingkan 2017. Sedangkan pendapatan industri konstruksi mencapai Rp3,7 triliun atau naik sebesar 23%.

"Untuk proyeksi penjualan alat berat di tahun 2019, diperkirakan sedikit mengalami penurunan karena adanya pelemahan harga batu bara, baik itu di indeks investor maupun batu bara berkalori rendah. Kami memprediksi penjualan alat berat berada di kisaran 4.000 unit," ujarnya.

Untuk jasa pemeliharaan, lanjut Iwan, diperkirakan permintaan jasanya akan tetap meningkat dibandingkan tahun lalu karena beberapa konsumen menunda pembelian alat beratnya.

"Fokus kami ke depannya selain organic growth, kami akan mempertahankan market share di Komatsu dan bisnis pertambangan. Selain itu, kami juga akan melakukan diversifikasi usaha. Selama ini kami banyak bergantung pada bisnis batu bara thermal, ke depan kami mau masuk ke bisnis mineral-mineral lain seperti emas dan power, atau pun mengembangkan bisnis konstruksi," paparnya.

Presiden Direktur UNTR Frans Kesuma mengatakan, perseroan memiliki proyek kelistrikan di Tanjung Jati yang perkembangan terakhirnya telah mencapai 58%. Dia memprediksi pembangkit tersebut sudah menghasilkan listrik di 2021. "Saat ini, kami juga memiliki keinginan untuk masuk dalam hydropower di tempat lain, tapi masih membutuhkan studi ekologi dan sustainability," ujarnya.

Lebih lanjut, Direktur UNTR Iman Nurwahyu mengatakan, dalam hal pangsa pasar, diperkirakan tidak ada perubahan. "Untuk market share alat berat, kami merupakan leading company di sektor konstruksi sebesar 23%, pertambangan 47%, dan 41% di sektor agro. Dalam hal forestry, kami pemegang market share kedua terbesar sebanyak 32% setelah Hitachi. Tiap sektor pun kompetitor kami berbeda ditambah dengan tuntutan yang berbeda pula," tuturnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak