alexametrics

IHSG Diprediksi Bergerak Melaju ke Kisaran Level 6.389-6.556

loading...
IHSG Diprediksi Bergerak Melaju ke Kisaran Level 6.389-6.556
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal melanjutkan penguatan pada perdagangan, Kamis (18/4/2019) usai gelaran Pemilu serentak 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal melanjutkan penguatan pada perdagangan, Kamis (18/4/2019) usai gelaran Pemilu serentak 2019. Penguatan bursa saham Tanah Air dikarenakan data perekonomian tentang penjualan roda dua diperkirakan akan terlansir dalam kondisi membaik.

Analis saham dari PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak pada kisaran level 6.389-6.556. "Data perekonomian tentang penjualan roda dua diperkirakan akan terlansir dalam kondisi membaik, hal ini tentunya dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG," ujar William di Jakarta, Kamis (18/4/2019)

Selain itu terang faktor stabilnya fundametal perekonomian nasional juga turut menopang laju kenaikan IHSG hingga saat ini. "Hari ini IHSG berpotensi melaju positif," jelasnya.



Sementara itu Ia merekomendasi beberapa saham yang cocok untuk dicermati pada sesi perdagangan menjelang akhir pekan di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Selanjutnya saham lain yang harus diperhatikan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), WIKA,WTON hingga UNVR.

Sebelumnya IHSG pada perdagangan, Selasa (16/4) ditutup menghijau untuk melengkapi raihan positif sepanjang sesi hari ini. Hingga akhir sesi, IHSG menguat ke level 6.481,54 dengan tambahan 46,39 poin atau 0,72% saat bursa Asia lainnya juga melompat tinggi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak