alexametrics

Wall Street Jatuh Terbebani Penurunan Saham Kesehatan

loading...
Wall Street Jatuh Terbebani Penurunan Saham Kesehatan
Bursa saham AS alias Wall Street berakhir sedikit lebih rendah, seiring penurunan saham kesehatan ntuk membayangi serangkaian laporan pendapatan perusahaan AS. Foto/Ilustrasi
A+ A-
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan kemarin waktu setempat, seiring penurunan saham kesehatan untuk membayangi serangkaian laporan pendapatan perusahaan AS yang sejauh ini melaju positif. Sementara itu data ekonomi lebih optimistis ditunjukkan AS dan juga China.

Dilansir Reuters hari ini, tiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi pada wilayah negatif dengan indeks S&P 500 tersisa hanya dalam satu persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada bulan September. Sektor kesehatan mengalami penurunan dengan persentase terbesar dalam empat bulan, yakin menyusut hingga 2,9% karena kekhawatiran regulasi.

Saham-saham seperti UnitedHealth Group Inc, Pfizer Inc, Merck & Co Inc dan Laboratorium Abbott semuanya ditutup antara 1,9% dan 4,7%, dan termasuk di antara hambatan terbesar pada S&P 500 yang lebih luas. Penurunan sektor ini secara umum mengurangi laporan pendapatan yang sebelumnya memberikan dorongan lebih besar kepada bursa saham.



Tercatat Dow Jones Industrial Average turun 3,12 poin atau 0,01% menjadi 26.449,54 sedangkan S&P 500 kehilangan 6,61 poin yang setara 0,23% ke level 2.900,45. Sedangkan Komposit Nasdaq lebih rendah 4,15 poin atau 0,05% di posisi 7.996,08.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, enam di antaranya mengakhiri sesi di zona merah. Sedangkan saham Qualcomm Inc melonjak 12,2% setelah produsen chip itu menyelesaikan pertarungan hukumnya dengan Apple Inc. Saham Apple sendiri naik 1,9%.

Di sisi ekonomi, defisit perdagangan AS turun ke level terendah dalam delapan bulan pada bulan Februari karena penurunan impor 20,2% dari China. Sementara Negeri Tirai Bambu China mencetak PDB kuartal pertama tumbuh pada tingkat tahunan yang lebih baik dari yang diperkirakan yakni 6,4%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak