alexametrics

Rupiah Berakhir Menguat Saat Euro Berbalik Terkapar

loading...
Rupiah Berakhir Menguat Saat Euro Berbalik Terkapar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (18/4/2019) menjaga tren positif setelah mendapatkan dorongan dari harapan dari hasil Pemilu 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (18/4/2019) menjaga tren positif setelah mendapatkan dorongan dari harapan dari hasil Pemilu 2019. Laju kencang kurs rupiah mengiringi euro yang berbalik terkapar hingga level terendah setelah sempat tertekan sebelumnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah terus menguat hingga Rp14.040/USD atau lebih baik dari sebelumnya Rp14.080/USD. Pergerakan harian rupiah menjelang akhir pekan ini berada pada kisaran Rp13.990 hingga Rp14.080/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga melompat ke level Rp14.044/USD dibandingkan sesi penutupan Selasa kemarin sebelum libur Pemilu pada posisi Rp14.085/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.000-Rp14.051/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah bangkit pada posisi Rp14.055/USD atau membaik dari sebelumnya di level Rp14.090/USD. Sentimen internal diyakini membuat rupiah kokoh, ketika harapan Pemilu 2019 jadi sentimen positif.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau menjadi Rp14.016/USD untuk menjadi sinyal perlawanan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah mencoba pulih usai sebelumnya berada pada level Rp14.066/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Euro jatuh ke level terendah satu pekan pada hari Kamis setelah survei manufaktur yang lemah di Eropa menimbulkan kekhawatiran tentang ekonomi yang terus berjuang untuk mendapatkan daya tarik sebelum akhir pekan panjang Paskah.

Euro sempat menanjak naik sebesar 0,1% sebelum data negatif membuat berbalik melemah 0,4% ke posisi terendah sejak 10 April menjadi 1,1244 terhadap dolar AS setelah rilis data. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama cenderung mendatar pada level 97,051 setelah sempat turun 0,05% pada hari sebelumnya.

Mata uang terkait komoditas merosot setelah lonjakan harga minyak mentah kehabisan tenaga. Dolar Australia merayap pada posisi 0,7179 saat melawan USD setelah sempat naik di atas 0,72 per USD seiring data ketenagakerjaan yang menguat pada periode Maret.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak