alexametrics

AS Menang Lawan China di WTO

loading...
AS Menang Lawan China di WTO
Amerika Serikat menang lawan China di WTO atas kuota tarif biji-bijian. Foto/Istimewa
A+ A-
JENEWA - Amerika Serikat memenangkan putusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Kamis kemarin, atas kuota tarif China untuk beras, gandum, dan jagung. AS menggugat atas ekspor biji-bijian (grains) mereka ke China yang banyak dirugikan.

Kasus ini diajukan oleh AS sejak akhir 2016 silam. Kemenangan putusan ini menandai kemenangan kedua Negeri Paman Sam dalam beberapa bulan melawan China. Menariknya, putusan ini hadir saat pembicaraan dagang Washington dan Beijing sedang menuju ke arah kemajuan.

Melansir dari Business Times, Jumat (19/4/2019), panel persidangan WTO menyatakan berdasarkan kuota tingkat tarif (TRQ), China telah melanggar kewajibannya berdasarkan prinsip "transparansi, predictable, dan keadilan".



Kuota tingkat tarif (tariff-rate quota/TRQ) merupakan tarif berlapis, dimana volume impor terbatas dizinkan dengan tarif kuota yang lebih rendah, sedangkan impor berikutnya membebankan tarif "di luar kuota" alias lebih tinggi.

Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Pertanian AS Sonny Perdue menyambut baik keputusan WTO tersebut. Mereka mengatakan sistem subsidi yang dilakukan pemerintah China menghambat ketentuan TRQ, dan telah mencegah akses petani AS untuk mengekspor gandum ke pasar China.

"Keputusan WTO akan membantu petani Amerika bersaing di bidang yang adil. Pemerintahan Trump akan terus menekan China untuk segera memenuhi kewajiban WTO-nya," kata Robert.

Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa pihaknya "menyesali" keputusan panel persidangan dan akan "sungguh-sungguh mengevaluasi" laporan panel.

"China akan menangani masalah ini secara tepat sesuai dengan prosedur penyelesaian sengketa WTO, secara aktif menjaga stabilitas sistem perdagangan multilateral dan terus mengelola kuota tarif impor pertanian yang relevan sesuai dengan aturan WTO," katanya.

Kedua belah pihak dapat mengajukan banding atas putusan dalam waktu 60 hari.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak