alexametrics

OJK Tingkatkan Peluang Investasi Keuangan di London

loading...
OJK Tingkatkan Peluang Investasi Keuangan di London
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso, meningkatkan peluang investasi di Inggris. Salah satunya dengan mengundang investor Inggris untuk berinvestasi di pasar keuangan Indonesia.

Forum yang dihadiri puluhan investor dan direktur kawakan Inggris ini, diselenggarakan oleh Young Indonesian Professionals’ Association (YIPA) Inggris Raya yang berkerjasama dengan Bank Indonesia London, Institute of Directors (IoD) London, Accenture, dan Prudential.

"Perekonomian Indonesia tumbuh di angka 5,17% YoY di tahun 2018, paling tinggi ke-3 diantara negara-negara G20 setelah India dan China, membuktikan sekali lagi bahwa Indonesia memilki fundamental ekonomi makro yang solid. Indonesia pun mampu keluar dari tekanan dinamika global akibat normalisasi suku bunga dan tensi perang dagang AS dan China," ujar Wimboh dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (20/5/2019).



Sejak awal tahun 2019, sambung dia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai stabil dan kinerja IHSG terus meningkat bersamaan dengan masuknya modal asing. Hal ini juga seiring positifnya persepsi investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia. Tingkat inflasi Indonesia juga stabil dan cukup rendah, dimana inflasi di bulan Maret 2019 berada di level 2,48%.

"Stabilitas dan kinerja sektor jasa keuangan terjaga dengan baik, dengan didukung tingkat permodalan dan likuiditas yang memadai," kata Wimboh.

Intermediasi perbankan tumbuh mencapai 12,13% YoY di bulan Februari 2019, dengan tingkat NPL yang rendah di 2,59%. Intermediasi yang tumbuh positif ini didukung tingkat permodalan yang tinggi dengan Capital Adequacy Ratio di angka 23,86%. Pertumbuhan kredit perbankan ini diproyeksikan akan tumbuh 13+1% di tahun 2019.

Peningkatan kinerja pasar modal Indonesia diproyeksikan akan mencapai 75-100 emiten dengan potensi penawaran umum berkisar Rp200-250 triliun. Selain itu, peningkatan aset usaha perasuransian diperkirakan akan tumbuh positif.

Wimboh juga menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi keuangan (fintech) di Indonesia mempunyai daya tarik tersendiri bagi investor global, baik melalui digitalisasi produk dan layanan keuangan yang ditawarkan lembaga jasa keuangan, yang memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi, kemudahan, dan jangkauan nasabah yang lebih luas.

Saat ini, Indonesia udah memiliki paling tidak satu decacorn dan 3 unicorn startup fintech yang menarik banyak investor global.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak