alexametrics

Tumbuh 10% per Tahun, Pasar Sarung Tangan Karet Global Prospektif

loading...
Tumbuh 10% per Tahun, Pasar Sarung Tangan Karet Global Prospektif
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk meyakini prospek pasar sarung tangan karet global masih sangat prospektif. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Permintaan sarung tangan karet global tumbuh konsisten dalam 15 tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan permintaan tahunan antara 8-10%. Saat ini pasokan yang tersedia belum dapat memenuhi seluruh permintaan global.

Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan mengatakan, kapasitas produksi empat produsen utama sarung tangan karet dunia mencapai 169 miliar unit sementara kebutuhan dunia pada tahun 2018 mencapai 268 miliar unit.

Sarung tangan karet merupakan produk yang hanya sekali pakai (disposable) dan banyak digunakan pada industri kesehatan, farmasi, makanan dan minuman, elektronik, industri, rumah tangga dan medis. Luasnya bidang pemakaian sarung tangan karet mendorong industri pendukung utamanya, yaitu produsen cetakan sarung tangan memperoleh kesempatan besar untuk tumbuh dan berkembang secara pesat.



"Kami merupakan salah satu produsen cetakan sarung tangan terkemuka di dunia dan merupakan pemasok utama bagi produsenprodusen sarung tangan di dunia," kata Ridwan dalam keterangan tertulis, Selasa (23/4/2019).

Dia menambahkan, pada tahun 2019 diperkirakan konsumsi sarung tangan karet dunia akan mencapai 300 miliar unit, dengan nilai pasar mencapai USD4,8 miliar atau setara dengan Rp67,871 triliun (dengan kurs Rp 14.100/USD).

Malaysia sebagai pemasok utama memberikan kontribusi sebesar 63%, diikuti oleh Thailand sebesar 18%, China sebesar 10% dan Indonesia sebesar 3%.

Pasar sarung tangan karet dunia sangat menjanjikan mengingat konsumsi terbesar masih berasal dari negara-negara maju di Eropa dan Amerika, serta Jepang. Negara-negara Asia memiliki tingkat konsumsi yang relatif rendah, dari 30 negara pengguna terbesar, China yang berpenduduk terbesar di dunia berada di posisi ke-28, Indonesia di posisi ke-29 dan India di posisi 30.

"Dengan makin banyaknya negara yang berkembang disertai perhatian besar terhadap kesehatan akan mendorong peningkatan permintaan sarung tangan karet," tambah Ridwan.

Permintaan cetakan sarung tangan pun tidak akan mengalami penurunan mengingat untuk setiap cetakan masa pakai maksimum hanya satu tahun. Penggunaan cetakan dalam jangka panjang akan merusak kualitas sarung tangan yang diproduksi.

Perseroan, menurut Ridwan, mengambil keuntungan dari kondisi ini dengan menggunakan bahan sisa cetakan sarung tangan untuk didaur ulang sebagai salah satu bahan baku produk sanitary ke depannya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak