alexametrics

Jokowi Ingin Ekosistem Penjualan Produk Kerajinan Secara Online Dibangun

loading...
Jokowi Ingin Ekosistem Penjualan Produk Kerajinan Secara Online Dibangun
Jokowi menginstruksikan agar ekosistem penjualan online untuk kerajinan tangan maupun industri kreatif lainnya agar segera dibangun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar ekosistem penjualan online untuk kerajinan tangan maupun industri kreatif lainnya agar segera dibangun, sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi. Hal ini disampaikan saat membuka gelaran Pameran The 21st Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center.

Jokowi menginginkan kerajinan tangan dijual secara online, untuk semakin memperluas pasar yang akhirnya menumbuhkan IKM kerajinan lebih banyak lagi. Ditambah pada era digital seperti saat ini, terang dia sudah seharusnya produk kerajinan masuk dalam marketplace.

"Semuanya ini ekosistem offline sudah siap, tinggal diangkat ke ekosistem online. Nanti ada marketplace nasionalnya, tinggal di-link-kan dengan global marketplace, ya sudah sambung. Ini kan jelas produknya sudah terseleksi selama 21 tahun dan pasarnya sudah ada. Tinggal diangkat saja ke marketplace," ujar Jokowi di Jakarta, Rabu (24/4/2019)



Menurutnya dengan penjualan secara online bakal mempermudah konsumen mancanegara mengakses produk-produk Indonesia. "Saya sangat mendukung karena eranya memang era digital dan setiap saat calon-calon pembeli dari mancanegara bisa mengakses produk-produk Indonesia lewat sistem online," jelasnya.

Tidak hanya itu, kerajinan telah memberikan konstribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terbukti sudah ada 700 UKM kerajinan yang tumbuh di Tanah Air. "Bayangkan kalau pangsa pasar naik, artinya akan lebih banyak UKM kita yang berkembang dan lebih banyak lagi tenaga kerja yang bisa direkrut dari kegiatan kerajinan kita ini," paparnya
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak