alexametrics

Ekonom: BI Lebih Baik Tahan Suku Bunga Acuan

loading...
Ekonom: BI Lebih Baik Tahan Suku Bunga Acuan
Ekonom menyarankan Bank Indonesia (BI) lebih baik menahan suku bunga acuan dibandingkan menurunkan, hal ini melihat situasi global khususnya The Fed. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6% serta menahan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Hal tersebut guna menjaga fundamental ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

"Masih tetap tidak ada perubahan bunga acuan. Rupiah terpantau stabil dan cadangan devisa juga diperkirakan naik selama kuartal I. Tidak ada kekhawatiran di market," ujar Ekonom Indef Bhima Yudisthira saat dihubungi SINDONews di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya BI lebih baik tahan bunga acuan dibandingkan menurunkan suku bunga, hal ini melihat situasi global, khususnya The Fed. "Jangan buru- buru turunkan melihat situasi global. Baru setelah The Fed turunkan bunga, BI bisa ikut. Terlalu cepat turunkan bunga bisa buat capital outflow, meski positif bagi bank dan sektor riil," jelasnya.



Sebelumnya pada bulan maret, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuandi level 6% yang diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan. Selain mempertahankan suku bunga acuan, BI juga memutuskan menahan suku bunga deposit facility di angka 5,25% dan lending facility di level 6,75%.

Diterangkan keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga untuk memperkuat ketahanan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Selain itu juga bertujuan mengantisipasi kenaikan suku bunga global.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak