alexametrics

Menteri Jonan Cemas Milenial Tak Lagi Tertarik ke Industri Energi

loading...
Menteri Jonan Cemas Milenial Tak Lagi Tertarik ke Industri Energi
Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki kekhawatiran tersendiri terhadap generasi muda dalam hal keterlibatan mereka ke dalam industri berat seperti pertambangan. Foto/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki kekhawatiran tersendiri terhadap generasi muda atau yang biasa disebut milenial dalam hal keterlibatan mereka ke dalam industri berat seperti pertambangan. Hal ini disampaikan saat membuka konferensi internasional terkait implementasi kesehatan dan keselamatan kerja di negara berkembang menuju industri 4.0.

"Di era sekarang ini, kita melihat adanya transisi bisnis industri. Generasi milenial kita cenderung tidak memiliki ketertarikan untuk bekerja di industri kelas berat seperti pertambangan mineral dan migas karena faktor kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerjanya," ungkap Jonan di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Lebih lanjut Ia menerangkan, melihat tren industri dalam satu dekade terakhir mengalami perubahan dimana lebih condong ke arah digital. Sehingga sektor migas dan pertambangan tidak lagi menarik minat generasi zaman now.



"Kita melihat tren industri pada tahun 2008, posisi 10 perusahaan terbesar dunia didominasi oleh perusahaan pertambangan dan migas. Sementara di tahun 2018, kita melihat adanya transisi industri ke arah digital. 10 perusahaan terbesar di dunia tahun 2018 tidak lagi didominasi oleh perusahaan migas, tetapi lebih ke perusahaan berbasis digital seperti Apple, Google, dan Facebook," paparnya.

Jonan melihat bahwa generasi milenial lebih memilih untuk bekerja di lingkup industri baru, seperti industri digital karena lingkup kesehatan dan keselamatan yang dinilai lebih aman bagi mereka dibandingkan industri kelas berat. Menurutnya dibutuhkan solusi yang tepat agar industri energi kembali menarik bagi kaum muda.

"Kita membutuhkan solusi untuk mencapai standar keamanan seperti industri baru di industri kelas berat ini, dengan demikian, kita bisa menarik minat generasi muda untuk bekerja di sektor ini dengan lingkungan yang aman dan sehat," tutupnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak