alexametrics

Manfaatkan Komoditi Lokal, Bulog Bakal Luncurkan Beras Kemasan Murah

loading...
Manfaatkan Komoditi Lokal, Bulog Bakal Luncurkan Beras Kemasan Murah
Perum Bulog bakal membranding beras lokal menjadi kemasan medium dan premium dengan harga jual terjangkau untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BANDUNG - Perum Bulog bakal membranding beras lokal menjadi kemasan medium dan premium dengan harga jual terjangkau. Langkah tersebut untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat atau beras berkualitas.

Kepala Perum Bulog Divre Jabar Benhur Ngkaimi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bakal merilis kemasan beras lokal menggunakan brand baru. Beras kualitas medium dan premium tersebut bakal dikemas 5 hingga 10 kg.

“Setiap darah sudah kami arahkan untuk memiliki brand sendiri. Jadi tidak lagi menggunakan brand Beras Kita. Secara kualitas, juga berbeda. Disesuaikan dengan standar beras medium atau premium,” kata Benhur, Kamis (25/4/2019).



Diakui dia, selama ini, produk beras Bulog kemasan 5 Kg dikenal dengan nama Beras Kita. Namun, penetrasi beras tersebut cenderung kurang maksimal, lantaran kepalanya image sebagai beras Bulog. Masyarakat cenderung enggan membeli beras Bulog yang dinilai memiliki banyak kekurangan.

Dari sisi harga, dia meyakinkan akan lebih terjangkau ketimbang beras kemasan yang banyak beredar di pasaran. Dia memperkirakan, harga satu kemasan medium 5 Kg masih di bawah Rp50.000. Karena harga yang diterapkan Bulog sesuai HPP pemerintah.

Kompetitinya harga beras kemasan Bulog diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat mendapatkan beras berkualitas namun terjangkau. Diketuai, harga beras medium kemasan yang saat ini banyak beredar di pasaran masih di bawah Rp60.000. Sementara beras premium kemasan di atas Rp60.000 per 5 Kg.

Diakui dia, sistem penjualan beras kemasan Bulog akan memanfaatkan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) di Jabar yang mencapai 13.000 unit. Beras tersebut sementara belum masuk ke ritel modern. Bulog, kata dia, setelah tidak lagi menyalurkan beras Raskin, kini harus mencari cara sendiri memasarkan produk, sembari menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di mayarakat.

Wahana yang dipakai Bulog adalah RPK. Mereka menjadi perpanjangan tangan Bulog kepada mayarakat. Tahun ini, pihaknya berencana menambah jumlah RPK di Jabar menjadi 15.000 unit. Penyebaran RPK nyaris merata di semua kabupaten/kota di Jawa Barat.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak