alexametrics

Rupiah Ditutup Lesu, Pounds Terjebak Dekat Level Terendah

loading...
Rupiah Ditutup Lesu, Pounds Terjebak Dekat Level Terendah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (25/4/2019) ditutup lesu untuk mendekati level Rp14.200/USD dan melanjutkan tren negatif. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (25/4/2019) ditutup lesu untuk mendekati level Rp14.200/USD dan melanjutkan tren negatif sepanjang pekan ini. Pelemahan kurs rupiah mengiringi Poundsterling yang terjebak dekat level terendah dalam 10 pekan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah merosot tajam ke posisi Rp14.183/USD dibandingkan penutupan Rabu, kemarin Rp14.098/USD. Rupiah sepanjang sesi perdagangan menjelang akhir pekan bergerak pada level Rp14.108 hingga Rp14.185/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat juga jatuh sangat dalam di level Rp14.186/USD dari sesi penutupan sebelumnya Rp14.105/USD. Rupiah di perdagangan Kamis hari ini terlihat bergerak di kisaran Rp14.111-Rp14.186/USD.



Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, menunjukkan pergerakan rupiah juga terperosok untuk menjadi Rp14.157/USD hingga akhir sesi. Raihan tersebut menunjukkan rupiah masih kesulitan keluar dari zona merah setelah minimnya sentimen dari dalam negeri.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.154/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.112/USD.

Sementara itu seperti dilansir Reuters, Poundsterling tertahan di dekat USD1,29 yang merupakan posisi terendah dalam 10 pekan setelah laporan pembicaraan Perdana Menteri Theresa May dengan oposisi Partai Buruh atas Brexit. Sedangkan dolar bangkit kembali untuk mendorong penjualan Poundsterling.

Pounds jatuh 0,1% menjadi 1,2888 terhadap USD atau merupakan yang terlemah sejak pertengahan Februari. Saat melawan euro, pound juga turun 0,1% menjadi 86,525 ons. Dolar yang naik menuju posisi tertinggi dua tahun terhadap rivalnya, ditopang data ekonomi menunjukkan ekonomi AS mengungguli negara-negara lain, juga membebani pound.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak