alexametrics

Proteksi Ekonomi Digital, Serangan Cyber di Indonesia Capai 232,4 Juta Kali

loading...
Proteksi Ekonomi Digital, Serangan Cyber di Indonesia Capai 232,4 Juta Kali
Direktorat Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan seberapa rentan Indonesia dari serangan cyber di era Interkonektivitas. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kepala Direktorat Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiyawan menunjukkan seberapa rentan Indonesia dari serangan cyber ketika Interkonektivitas makin menghiasi kehidupan sehari-hari. Tercatat pada tahun kemarin saja, Indonesia mendapatkan serangan cyber mencapai total 232.447.974.

"Terdapat total 232.447.974 total serangan cyber di tahun 2018 di Indonesia, hal itu menunjukkan seberapa rentan kita terhadap serangan tersebut," ungkap Kepala Direktorat Proteksi Ekonomi Digital BSSN Anton Setiyawan dalam acara Zurich Global Risk Forum: Global Fragilities, Risk Mitigation and Impact to Today's Interconnected World di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Maka menurutnya dibutuhkan semua stakeholder dalam memproteksi ekonomi digital, terutama dalam masalah data. Lebih lanjut Ia menerangkan, salah satu risiko dalam cybersecurity adalah cybercrime. Penjualan data pribadi di darkweb juga makin marak di kalangan penjahat cyber.



Sambung Anton mengutarakan, ada sebagian kecil cyber criminal mengembangkan teknik baru untuk memiliki kemampuan dan alat seperti state actor sehingga semakin menyulitkan untuk memberi batas antara state actor atau kriminal profesional.

"Keamanan cyber di sektor publik harus diperhatikan karena sekarang infrastruktur dan sistem IT tidak lagi terpisah, justru saling terkait. Sektor publik pun berkembang, cyber risks pun juga ikut berkembang. Kita harus mengenali ancaman terlebih dahulu untuk memitigasinya," paparnya.

Setiap detik, 44 record bocor di seluruh dunia. Dari semua kebocoran ujarnya, hanya 4% yang bocor karena kelalaian, bukan karena menembus sistem pertahanan. Cyber criminal dijelaskan akan mencari celah di human error (kelalaian).

Asuransi bisa dipakai untuk menanggulangi insiden cyberattack dan membantu melindungi masyarakat dari kerentanan cyber. Cybercrime dan cyberwar sendiri pelan-pelan menyatu dan asuransi saat ini disiapkan untuk mulai mengambil langkah antisipasi dalam memitigasi risikonya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak