alexametrics

PGN Bagikan Dividen Rp1,38 Triliun

loading...
PGN Bagikan Dividen Rp1,38 Triliun
PGN membagikan dividen sebesar Rp1,38 triliun dalam RUPST di Hotel Four Season Jakarta, Jumat (26/4/2019). Foto/SINDOnews/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (kode emiten: PGAS) membagikan dividen sebesar Rp1,38 triliun dari laba berjalan, atau senilai Rp 56,99 per lembar sahamnya.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, mengatakan angka pembagian dividen ini meningkat 80% dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, dividen yang dibagikan perusahaan sebesar Rp766,27 miliar atau sekitar Rp31,61 per lembar saham.

"Deviden yang kita bagikan Rp1,381 triliun atau Rp56,99 per lembar saham. Kenaikannya 80%," ujarnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (26/4/2019).



Pada 2018, PGN berhasil mempertahankan kinerja positif, baik dari sisi finansial maupun operasional. Karena itu, PGN selaku subholding gas terus berkomitmen memperkuat bisnis sektor gas di dalam negeri, sebagai langkah menapaki kompetisi di level lebih tinggi.

Apalagi saat ini PGN mempunyai lini bisnis pipanisasi Gas, CNG, dan LNG. PGN melalui produknya menyasar segmen pelanggan industri dan komersial, Gas Kita untuk pelanggan rumah tangga, Gas Link untuk pengguna CNG atau LNG, serta GasKu yang melayani sektor transportasi.

Oleh karena itu, selama 2018 PGN mencatatkan laba bersih sebesar USD305 juta. Angka ini naik signifikan dibandingkan USD197 juta pada periode 2017.

Dari sisi kinerja konsolidasi, PGN juga berhasil mencatatkan kinerja konsolidasi yang positif. Dari sisi pendapatan mencapai USD3,87 miliar dengan EBITDA sebesar USD1,20 miliar. Adapun total aset yang dikelola PGN mencapai USD7,9 4miliar.

Dari kinerja konsolidasi secara operasional, pada sisi hulu PGN menorehkan catatan lifting minyak dan gas bumi sebesar 39.213 BOEPD, sedangkan pengelolaan bisnis hilir meliputi niaga gas sebesar 962 BBTUD, transmisi gas sebanyak 2.101 MMSCFD, dan bisnis hilir lainnya 210 BBTUD.

Pada 2018, PGN secara konsolidasi menghasilkan laba operasi USD645 juta, yang meningkat dibandingkan tahun 2017 sebesar USD515 juta. Hasil positif itu didorong peningkatan dari sisi pendapatan sebesar USD3,8 miliar, melonjak dari periode sebelumnya yang hanya USD3,5 miliar.

Kinerja keuangan inipun diganjar penilaian yang stabil oleh berbagai lembaga pemeringkat utang. Secara keseluruhan, kondisi keuangan PGN masih dinilai stabil, tidak buruk selama tahun lalu. Secara lebih detil, kinerja keuangan yang menghijau itu ditopang geliat operasional.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak