alexametrics

Ancaman Mogok Karyawan Garuda Indonesia Ternyata Hoax

loading...
Ancaman Mogok Karyawan Garuda Indonesia Ternyata Hoax
Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membantah akan melakukan mogok massal dan menyatakan surat yang beredar pada Sabtu (27/4) tidak benar alias Hoax. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membantah akan melakukan mogok massal dan menyatakan surat yang beredar pada Sabtu (27/4/2019) tidak benar adanya alias Hoax. Sebelumnya surat ederan yang menyebutkan karyawan Garuda bakal melakukan aksi mogok kerja mencuat di tengah polemik atas laporan keuangan perseroan.

"SEKBER tidak pernah membuat surat tentang rencana aksi mogok. Surat yang telah tersebar luas di publik tersebut adalah tidak benar," ujar Ketua Umum Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) Ahmad Irfan di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Sambung dia menerangkan, rencana mogok tersebut tidak benar karena seluruh pilot, awak kabin dan karyawan Garuda Indonesia tetap melaksanakan tugas. "Kita mendukung kinerja perusahaan dengan maksimal," jelasnya



Sebelum ada pernyataan resmi dari SEKBER (APG dan Sekarga), Ia berharap publik tidak mempercayai informasi lain yang beredar. Seperti diketahui, sebelumnya beredar surat ancaman mogok para karyawan Garuda menyusu; pernyataan pemegang saham menyebutkan bahwa laporan keuangan tahun 2018 yang telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 24 April lalu, dinilai tidak sesuai dan telah merusak kepercayaan publik sehingga saham perusahaan merosot.

Dalam surat yang ditandatangani Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Captain Bintang Hardiono dan Ketua Umum Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan itu disebutkan bahwa pernyataan pemegang saham itu mengancam kelangsungan Garuda sebagai tempat berkarir dan mencari nafkah para karyawan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak