Bos BI Perry Warjiyo Punya 'Jamu' untuk Obati Pelemahan Rupiah
Kamis, 20 Juni 2024 - 16:26 WIB
loading...
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyebutkan, ada obat yang disiapkan oleh BI untuk pelemahan rupiah saat Melawan dolar Amerika Serikat (USD). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) , Perry Warjiyo mengaku, optimistis bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat atau USD bakal kembali menguat. Sebagai informasi hingga akhir sesi perdagangan hari ini, kurs rupiah masih tidak berdaya di posisi Rp16.454 per USD.
"Apakah BI masih meyakini rupiah ke depan menguat? Yes. Fundamentalnya akan menguat, tapi dari gerakan bulan ke bulan, faktor-faktor informasi dan sentimen akan membuat volatilitas naik turun," ungkap Perry dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2024 di Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga: Rupiah KO ke Rp16.200, Sri Mulyani: Negara Tetangga Ada yang Lebih Parah
Lantas, dia pun menyebut bahwa ada obat yang disiapkan oleh BI. "Lalu obatnya bagaimana? Jamunya apa? Di moneter, ada tiga instrumen. Satu intervensi, kedua menaikkan suku bunga SRBI, dan yang ketiga adalah BI rate," tambah Perry.
Sekarang ini, BI telah mengombinasikan intervensi dengan memperkuat operasi moneter yang pro-market yang kemudian dioptimalisasi. Penggunaan instrumen SRBI (Sekuritas Rupiah BI) untuk melakukan operasi pro-market di pasar dan menarik lebih banyak aliran modal asing supaya masuk dan menambah supply.
"Apakah BI masih meyakini rupiah ke depan menguat? Yes. Fundamentalnya akan menguat, tapi dari gerakan bulan ke bulan, faktor-faktor informasi dan sentimen akan membuat volatilitas naik turun," ungkap Perry dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2024 di Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga: Rupiah KO ke Rp16.200, Sri Mulyani: Negara Tetangga Ada yang Lebih Parah
Lantas, dia pun menyebut bahwa ada obat yang disiapkan oleh BI. "Lalu obatnya bagaimana? Jamunya apa? Di moneter, ada tiga instrumen. Satu intervensi, kedua menaikkan suku bunga SRBI, dan yang ketiga adalah BI rate," tambah Perry.
Sekarang ini, BI telah mengombinasikan intervensi dengan memperkuat operasi moneter yang pro-market yang kemudian dioptimalisasi. Penggunaan instrumen SRBI (Sekuritas Rupiah BI) untuk melakukan operasi pro-market di pasar dan menarik lebih banyak aliran modal asing supaya masuk dan menambah supply.
Lihat Juga :