alexametrics

IHSG Menguat 29,46 Poin, Pasar Asia Ditutup Beragam

loading...
IHSG Menguat 29,46 Poin, Pasar Asia Ditutup Beragam
IHSG ditutup bertambah 29,46 poin atau 0,46% ke level 6.455,35. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Di pengujung April ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup meraih keuntungan. IHSG pada Selasa (30/4/2019) petang, bertambah 29,46 poin atau 0,46% ke level 6.455,35.

Sebelumnya, awal perdagangan, Indeks dibuka melanjutkan kenaikan sebesar 12,08 poin atau 0,19% menjadi 6.437,97. Selasa ini, IHSG bergerak di level 6.428,25-6.457,82.

Tujuh dari 10 indeks sektoral yang menghijau membuat IHSG ditutup perkasa. Sektor konsumer memimpin penguatan +0,98%, berbanding infrastruktur yang memimpin pelemahan -0,76%.



Dari 581 saham yang diperdagangkan, 237 tertekan, 127 tetap, dan 217 menguat. Nilai transaksi saham sebesar Rp11,01 triliun dari 17,62 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp230,39 miliar, dengan aksi beli asing Rp3,41 triliun dan aksi jual asing Rp3,18 triliun.

Sementara itu, pasar saham Asia Pasifik ditutup beragam karena data aktivitas manufaktur China meleset dari yang diharapkan. PMI Manufaktur China bulan April berada di level 50,1, lebih rendah dari Maret sebesar 50,8.

Meski demikian, pembicaraan dagang Amerika Serikat dengan China yang semakin maju membuat pasar saham China ditutup lebih tinggi. Melansir CNBC, indeks Shanghai naik 0,5% menjadi 3.078,34, Shenzhen naik 0,67% menjadi 1.636,59, namun Hang Seng Hong Kong turun 0,6%.

Kospi Korea Selatan tergelincir 0,58% menjadi 2.203,59, karena saham Samsung Electronics turun 0,65%, diakibatkan penurunan pendapatan 60% pada kuartal pertamanya. ASX 200 Australia turun 0,53% menjadi 6.325,50.

Pasar saham Jepang ditutup libur 10 hari dari 27 April hingga 6 Mei untuk merayakan penobatan Putra Mahkota Naruhito menjadi Kaisar Jepang yang baru, menggantikan ayahnya Kaisar Akihito.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak