alexametrics

Kontribusi Penjualan Ekspor Mark Dynamics Capai 90,76%

loading...
Kontribusi Penjualan Ekspor Mark Dynamics Capai 90,76%
Penjualan MARK di kuartal I/2019 meningkat 12,22% dibanding tahun sebelumnya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatat peningkatan penjualan pada kuartal I/2019 sebesar 12,22% menjadi Rp88,06 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp78,47 miliar.

Perseroan dengan kode perdagangan MARK ini juga berhasil meningkatkan laba komprehensif pada periode berjalan sebesar 26,48% menjadi Rp23 miliar per 31 Maret 2019 dibandingkan Rp18,19 miliar per 31 Maret 2018.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh menyatakan, dari total penjualan yang diperoleh pada kuartal I/2019 sebesar 90,76% merupakan pasar ekspor, dan sisanya sebesar 9,24% untuk pasar domestik. Nilai penjualan ekspor pada kuartal I/2019 4,12% lebih besar dari total penjualan kuartal I/2018.



"Padahal kontribusi pasar ekspor pada kuartal I/2018 mencapai 97,82% dari total penjualan. Hal ini menunjukkan perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor seraya meningkatkan pasar baru di dalam negeri," kata Ridwan dalam keterangan persnya, Kamis (2/5/2019).

Perseroan yang memproduksi cetakan sarung tangan kesehatan merupakan salah satu produsen utama di dunia, dengan pasar ekspor bagi para produsen sarung tangan kesehatan terkemuka di dunia dengan pangsa pasar sebesar 35%.

Dengan hasil akhir berupa sarung tangan kesehatan berbahan karet dan nitrile, pasar perseroan meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi sarung tangan karet dunia. Berdasarkan data dari MARGMA, konsumsi sarung tangan karet dunia tumbuh rata-rata 8% hingga 10% per tahun dalam 15 tahun terakhir.

Permintaan pasar yang tinggi diiringi dengan efisiensi yang meningkat, sehingga MARK mencatat tingkat biaya yang semakin baik pada kuartal I/2019. Perseroan mencatat kenaikan laba kotor sebesar 18,63% menjadi Rp38,17 miliar pada kuartal I/2019 dibandingkan Rp32,17 miliar pada kuartal I/2018. Marjin laba kotor juga meningkat pada kuartal I/2019 menjadi 43,35% dibanding 41,01% pada kuartal I/2018.

Perseroan juga mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp30,90 miliar pada kuartal I/2019 dengan marjin 35,09%. Sementara pada kuartal I/2018 nilai laba sebelum pajak sebesar Rp25,14 miliar dengan marjin laba 32,04%. Hal ini terjadi menyusul MARK menurunkan beban operasional, salah satunya dari penurunan biaya umum dan administrasi sebesar 26,11% dari Rp6,40 miliar pada kuartal I/2018 menjadi Rp4,73 miliar pada kuartal I/2019.

Perseroan berhasil meningkatkan laba komprehensif sebesar 26,48% menjadi Rp23 miliar per 31 Maret 2019 dibandingkan Rp18,18 miliar per 31 Maret 2018. Namun demikian menyusul stock split dengan rasio 1:5 yang efektif berlaku sejak bulan Februari 2019, nilai laba per saham berkurang menjadi Rp6,07 per saham pada kuartal I/2019 dibandingkan dengan Rp23,74 per saham pada kuartal I/2018.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak