alexametrics

Total Nilai Tabungan Pelajar Capai Rp6,64 Triliun

loading...
Total Nilai Tabungan Pelajar Capai Rp6,64 Triliun
Total nilai simpanan pelajar hingga akhir tahun 2018 mencapai Rp6,64 triliun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Program Simpanan Pelajar (Simpel)/SimPel IB yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak diluncurkan pada tahun 2014, hingga saat ini telah diikuti 304 bank yang terdiri dari 20 Bank Umum, 11 Bank Umum Syariah, 24 Bank Pembangunan Daerah dan 249 Bank Perkreditan Rakyat/Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Adapun jumlah rekening hingga akhir tahun 2018 sebanyak 17.007.508 dengan nominal sebesar Rp6,64 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, program Simpel diarahkan untuk memberikan edukasi dan inklusi keuangan serta mendorong budaya menabung sejak dini.

"Simpel kita buat untuk menarik dan mempermudah siswa mulai menabung sehingga melatih mereka mulai mengelola keuangan sejak dini dan merencanakan masa depannya," kata Wimboh saat kegiatan SimPel Day Tahun 2019 di Jakarta, Kamis (2/5/2019).



Tabungan selain sebagai produk keuangan dasar yang dapat diperkenalkan kepada para pelajar tabungan juga berperan untuk memobilisasi sumber dana domestik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, mendekatkan masyarakat pada layanan keuangan harus dilakukan sejak dini, yaitu mulai dari masa-masa sekolah.

Untuk itulah kegiatan Simpanan Pelajar atau SimPel Day Tahun 2019 ini digelar bertepatan dengan diperingatinya Hari Pendidikan Nasional. "Pelajar merupakan bagian dari target Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan memperhatikan potensi yang besar dari jumlah pelajar yang ada, menjadi penting untuk membangun budaya menabung," ujarnya.

Budaya ini yang perlu ditumbuhkan sejak usia muda dan khususnya sejak usia pelajar. Untuk itulah, program Simpanan Pelajar atau Simpel (SimPel/SimPel iB) ini diinisiasi bersama industri perbankan. Adapun dalam rangka implementasi program SimPel/SimPel iB, sejak tahun 2018 lalu, OJK telah meminta kepada bank peserta SimPel untuk melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah secara rutin minimal 2 kali dalam sebulan.

Dirinya juga berharap kedepannya dapat terwujud kepemilikan rekening oleh seluruh pelajar di Indonesia (One Student One Account). "Saya juga ingin terus mendorong sinergi antara program Simpel dan laku pandai. Saat ini, pembukaan rekening Simpel juga sudah bisa dilakukan melalui agen Laku Pandai yang kategori C, untuk penarikan dan penyetoran bisa juga dilakukan di seluruh agen laku pandai," jelas Wimboh.

Ke depan, dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, OJK berharap nantinya dalam membuka rekening Simpel bisa lewat aplikasi dan tidak perlu harus jauh-jauh datang ke lokasi. OJK juga akan terus mendorong agar perbankan dapat meningkatkan kegiatan kunjungan ke sekolah-sekolah (Bank Goes to School), agar lebih membuka kesempatan bagi pelajar untuk terus menabung.

Perbankan juga diharapkan terus melakukan edukasi keuangan bagi para pelajar dan pemuda. "Kami juga mohon dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia serta Kementerian Agama untuk dapat mewujudkan program One Student, One Account," ungkap dia.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo menambahkan, pelaksanaan kegiatan SimPel Day diharapkan dapat memberikan dampak yang positif khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi pelajar diseluruh Indonesia serta mendukung pencapaian target tingkat inklusi keuangan sebesar 75% pada akhir tahun 2019 sebagaimana tercantum dalam SNKI.

"Pelaksanaan kegiatan SimPel Day diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen dan dukungan dari seluruh stakholders untuk menumbuhkan budaya menabung bagi pelajar Indonesia sekaligus untuk mendorong terwujudnya kepemilikan rekening bagi seluruh pelajar di Indonesia, yaitu program one student one account," jelasnya.

Sementara itu, Direktur BCA Santoso mengungkapkan, untuk memperkuat inklusi keuangan sejak usia dini, BCA terus menerus melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan dunia perbankan kepada para siswa sejak usia dini. Sejalan dengan program pengembangan dan pendampingan desa binaan di berbagai daerah di Indonesia, BCA juga mengandeng sekolah-sekolah yang berada di sekitar desa binaan tersebut dalam rangka melakukan sosialisasi dunia perbankan dan mengajak para siswa memiliki tabungan sejak usia dini.

"BCA senantiasa berkomitmen membantu pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan terutama di daerah-daerah, sejalan dengan program pembinaan dan pendampingan desa binaan BCA," kata Santoso.Saat ini BCA sedang mengembangkan pembukaan tabungan SimPel melalui agen LAKU PANDAI. Dengan mengajak para pelajar sejak usia dini ke dunia perbankan, generasi Indonesia selanjutnya dapat menata masa depannya menjadi lebih cerah.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak